Kehadiran Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Bawa Harapan di Tengah Ancaman Longsor

0
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang menerjang Pondok Pesantren Daarul Rahman 2 di Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Foto : Instagram @sahabat.aantrianaalmuharom

NARASITODAY.COM, BOGOR – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, turun langsung ke lokasi dan mengawal penanganan bencana tanah longsor yang melanda Pondok Pesantren Daarul Rahman 2 di Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Longsor yang mengancam keselamatan ratusan santri serta warga permukiman sekitar itu mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bogor setelah Aan berkoordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Baca Juga :  Kue Lidah Kucing Tabur Wijen: Camilan Lebaran yang Renyah dan Gurih, Ini Resep Mudahnya!

Aan mengungkapkan, informasi mengenai bencana tersebut ia terima langsung dari Ustaz Kurdi, pengajar sekaligus sahabatnya di pesantren itu. Tanpa menunggu lama, ia segera bergerak melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

“Saya langsung berkonsultasi dan berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, dan alhamdulillah responnya cepat, langsung disurvei,” ujar Aan dikutip dari Instagram pribadinya @sahabat.aantrianaalmuharom, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Pemerataan Pembangunan dari Mulai Pusat Cibinong Hingga Utara Kabupaten Bogor

Legislator daerah pemilihan Bogor Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, penanganan longsor bersifat mendesak mengingat lokasi terdampak berbatasan langsung dengan rumah-rumah penduduk. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi, tidak hanya bagi para santri dan aktivitas belajar mengajar di pesantren, tetapi juga bagi keselamatan warga di sekitarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Pilih Kajian Mendalam Sebelum Terapkan Jam Masuk Sekolah Baru

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor telah menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan sebagai langkah awal penanganan. Proses perbaikan fisik diharapkan dapat dimulai dalam beberapa hari ke depan.

“Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini segera terwujud demi keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar di pesantren. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas respons cepatnya,” kata Aan.***

Editor : Alysa