Kebakaran Rumah di Cilandak Terungkap Sebagai Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji Subsidi

0
Ilustrasi Kebakaran Rumah

NARASITODAY.COM – Asap hitam mengepul di langit Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (25/4/2025). Sumbernya bukan sekadar korsleting listrik biasa, melainkan sebuah ledakan dahsyat yang berasal dari praktik berbahaya pengoplosan gas elpiji. Di balik kobaran api yang melahap sebagian rumah, terungkap sebuah tindakan nekat yang berujung petaka bagi seorang pria berinisial BS (30).

Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, mengungkapkan fakta mengejutkan yang ditemukan di lokasi kejadian. “Setelah dilihat di lokasi kebakaran, ternyata ditemukan korban sedang melakukan praktik pengoplosan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg dengan menggunakan selang dan batu es sebagai alat pendingin,” jelas Kompol Febriman. Penggunaan batu es ini diduga kuat sebagai upaya pelaku untuk menjaga tekanan saat memindahkan isi gas.

Baca Juga :  Yuk Bikin Putri Mandi! Resep Manis dan Gurih yang Pas untuk Santapan Spesial

Kepanikan pecah di tengah warga. Seorang saksi mata berinisial AR menjadi salah satu yang menyaksikan detik-detik mencekam tersebut. Ia melihat kobaran api melalap rumah BS, dan di tengah kepulan asap, AR melihat sosok BS berlari keluar rumah dengan kondisi tubuh penuh luka bakar.

“Diduga pelaku berhasil lari dan ditemukan di rumah sakit Fatmawati oleh Piket Opsnal Polsek Cilandak,” lanjut Kompol Febriman. Dalam benak AR, mungkin terlintas pertanyaan, mengapa BS nekat melakukan praktik berbahaya ini?

Penelusuran lebih lanjut ke dalam rumah BS di Jalan Trudharma Bawah mengungkap fakta yang lebih mencengangkan. Polisi menemukan belasan tabung gas berbagai ukuran, sebuah indikasi kuat bahwa praktik pengoplosan ini telah berlangsung lebih dari sekali.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Sematkan Penghargaan untuk Pahlawan Olahraga Bogor di Momentum HAORNAS ke-41 Tingkat Kabupaten Bogor

“Barang bukti berupa tabung tiga kilogram sebanyak 16 buah, tabung 12 kg warna pink sebanyak empat buah, selang oplosan sebanyak tiga buah, dan sebuah tang,” rinci Kapolsek.

Temuan ini mengisyaratkan adanya motif ekonomi di balik tindakan berbahaya tersebut, di mana pelaku diduga mencari keuntungan dengan memindahkan isi gas subsidi ke tabung yang lebih besar untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Akibat perbuatannya yang ceroboh, bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Sebagian rumah BS luluh lantak dilalap api, meninggalkan kerugian materi yang tidak sedikit. Saat ini, BS masih terbaring lemah di ruang perawatan intensif RS Fatmawati, bergulat dengan luka bakar yang dideritanya.

Baca Juga :  Negosiasi Harga Gas Kini Kilat, SKK Migas Percepat Prosedur Birokrasi

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti. Mereka juga telah melakukan pengecekan kondisi BS di rumah sakit. Kasus ini menjadi pengingat betapa berbahayanya praktik pengoplosan gas ilegal.

Demi keuntungan sesaat, nyawa dan harta benda menjadi taruhannya. Kisah pilu BS di Pondok Labu ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas untuk tidak sekali-kali mencoba praktik berbahaya yang dapat berakibat fatal.***