Penutupan Perlintasan Liar di Jalur Cilebut-Bogor, Upaya Tingkatkan Keselamatan Kereta Api

0
Penutupan Perlintasan Liar di Jalur Cilebut-Bogor, Upaya Tingkatkan Keselamatan Kereta Api

NARASITODAY.COM – Suasana berbeda tampak di Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (30/4/2025) kemarin. Sebuah perlintasan sebidang yang selama ini menjadi akses informal warga, kini resmi ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama dengan instansi terkait.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya konkret untuk menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki pengamanan standar.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa penutupan perlintasan liar ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman bagi semua pihak.

“Kegiatan penutupan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang, khususnya yang tidak resmi atau tidak dijaga,” ungkap Ixfan pada Kamis (1/5/2025).

Baca Juga :  Bosan dengan Rutinitas? Coba 5 Kegiatan Kreatif Ini Bersama Sahabat

Perlintasan sebidang yang ditutup tersebut berlokasi strategis di Km 48+9, jalur penting yang menghubungkan Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor. Kehadiran berbagai pihak dalam proses penutupan ini, mulai dari regulator perkeretaapian, operator KAI, hingga perwakilan masyarakat sekitar, menunjukkan sinergi dan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan keselamatan ini.

“Kehadiran para pemangku kepentingan baik itu regulator dan operator serta masyarakat sekitar membuktikan dukungan dan komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang,” ujar Ixfan.

Baca Juga :  Tim Penyelamat Cari Dua Warga Bogor yang Terseret Ombak di Cisolok

Lebih lanjut, Ixfan memaparkan bahwa KAI Daop 1 Jakarta secara intensif terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, dengan fokus utama pada area perlintasan sebidang. Sejak awal tahun 2025, langkah nyata telah diambil dengan menutup sejumlah perlintasan liar yang dianggap rawan.

“Dari 1 Januari 2025, telah ditutup sebanyak 12 titik perlintasan liar dan 2 titik perlintasan dilakukan penyempitan, atau sebanyak 35% dari program yang direncanakan selama 2025, yaitu sebanyak 40 titik perlintasan yang akan dilakukan penutupan,” rincinya.

Penutupan perlintasan liar ini bukan hanya sekadar tindakan fisik, tetapi juga bagian dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api. Ixfan tak lupa mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar perlintasan sebidang untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Serangan Batu di Jalur Klaten, KAI Koordinasi Ketat dengan Polisi Cari Pelaku

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti saat sinyal berbunyi, palang pintu tertutup, atau terdapat isyarat lain bahwa KA akan melintas. Tengok kanan dan kiri sebelum menyeberang, serta utamakan perjalanan kereta api,” pungkasnya.

Langkah proaktif KAI Daop 1 Jakarta ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman. Penutupan perlintasan liar di Bogor ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan sinergi antara operator, regulator, serta kesadaran masyarakat memegang peranan penting dalam mewujudkan “zero accident” di perlintasan sebidang.***