Kapolres Tangsel Tegaskan Penanganan Kasus Pembunuhan Kakak-Adik di Pamulang Masih Berlangsung

0
Ilustrasi Pembunuhan

NARASITODAY.COM – Sebuah kabar pilu mengoyak ketenangan kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Hanya karena persoalan warisan, hubungan darah antara dua saudara kandung berakhir tragis.

Seorang pria berinisial F (53) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, setelah diduga kuat merenggut nyawa abangnya sendiri, N (65). Polisi dengan sigap menetapkan F sebagai tersangka dalam kasus yang menggemparkan ini.

“Sudah tersangka statusnya, sekarang diamankan di Mako Polres Tangsel,” tegas Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang saat dikonfirmasi pada Jumat (2/5/2025). Nada bicaranya yang lugas mengisyaratkan keseriusan aparat dalam menangani kasus fratrisida yang menyayat hati ini.

Baca Juga :  Lawan Gunungan Sampah, Tangsel Siapkan Strategi Listrik hingga Aliansi Antar-Kota

Meski telah mengamankan pelaku, AKBP Victor belum bersedia membeberkan detail kronologi kejadian yang sebenarnya.

“Pelakunya sudah kita tangkap kurang lebih 1×24 jam. Sementara kita kembangkan. Kita libatkan ahli, melakukan metode scientific crime investigation,” ujarnya, menandakan bahwa penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini.

Kisah tragis ini dengan cepat menyebar luas melalui media sosial, menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Dalam video yang beredar, narasi yang menyertai begitu menyayat hati: seorang kakak meregang nyawa di tangan adiknya sendiri, dan pemicunya tak lain adalah sengketa warisan.

Baca Juga :  Nekat Bobol Rumah Warga di Ciawi, Seorang Pencuri Harus Berurusan Dengan Jeruji Besi

“Kita dapat informasi dari masyarakat ada keributan di depan warung di Kedaung, Pamulang. Dari situ kita dapatkan orang terluka parah, masyarakat hubungi kepolisian, begitu kita datang si korban dalam keadaan meninggal dunia, langsung kita bawa ke RS Polri,” jelas AKBP Victor, menggambarkan bagaimana aparat kepolisian merespons cepat laporan dari masyarakat.

Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan menggunakan senjata tajam. “Korban diduga dibacok,” ungkap AKBP Victor, meskipun pihaknya masih menunggu hasil resmi dari autopsi jenazah korban untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Baca Juga :  Siswa SMK YKTB Apresiasi Polsek Ciomas atas Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Tragedi di Pamulang ini menjadi pengingat betapa rapuhnya ikatan keluarga ketika dihadapkan pada persoalan materi. Warisan, yang seharusnya menjadi simbol kenangan dan keberlanjutan, justru menjadi pemicu pertumpahan darah.

Di balik tembok-tembok rumah yang menyimpan kenangan masa kecil, kini terukir luka yang mendalam, sebuah kisah tragis tentang persaudaraan yang hancur karena perebutan harta duniawi.

Sementara penyelidikan terus berjalan, pertanyaan besar menggelayuti benak banyak orang: bagaimana bisa warisan, yang seharusnya mempersatukan, justru menjadi sumber malapetaka yang merenggut nyawa?***