NARASITODAY.COMĀ – Gelar juara Liga Inggris ke-20 memang sudah dalam genggaman, diraih dengan cara yang begitu meyakinkan usai melumat Tottenham Hotspur 5-1. Dominasi Liverpool musim ini terasa begitu nyata, dengan 25 kemenangan dari 34 pertandingan dan hanya dua kali merasakan pahitnya kekalahan.
Namun, euforia juara tak lantas membuat The Reds mengendurkan tali gas di empat laga sisa musim ini, apalagi dua lawan berat, Chelsea dan Arsenal, sudah menanti di depan mata.
Bagi sebagian tim, empat pertandingan terakhir setelah memastikan gelar juara mungkin hanya akan menjadi formalitas belaka. Namun, gelandang muda Liverpool, Curtis Jones, dengan tegas membantah anggapan tersebut.
Ia dan rekan-rekannya memiliki tekad bulat untuk mengakhiri musim yang luar biasa ini dengan catatan yang tetap mentereng. Mereka tak ingin noda kekalahan di penghujung musim merusak citra superioritas yang telah mereka bangun.
“Masih ada empat pertandingan sisa. Aku tahu kami sudah memenangi liga, dan dia (Manajer Liverpool Arne Slot-red) akan merotasi pemain dan memberi menit bermain kepada yang masih kurang,” ujar Curtis Jones di laman resmi klub, menyadari adanya potensi perubahan susunan pemain.
Namun, rotasi pemain tak berarti mengendurkan semangat juang. “Aku merasa ini penting dan aku tahu para pemain akan bersiap juga, kami toh tidak ingin jadi tim yang menjalani sebuah musim luar biasa ke tim kalah di empat pertandingan terakhir. Tentu saja itu adalah pertandingan-pertandingan penting melawan tim-tim yang berat,” lanjutnya, menekankan bahwa setiap pertandingan tetap memiliki arti penting, terutama melawan tim-tim kuat.
Jadwal padat menanti Liverpool di sisa musim ini. Mereka akan bertandang ke Stamford Bridge untuk menantang Chelsea pada Minggu (4/5), sebuah laga yang diprediksi akan berjalan sengit mengingat rivalitas kedua tim.
Setelah itu, Anfield akan kembali bergemuruh menyambut kedatangan Arsenal di pekan berikutnya, tim yang juga menunjukkan performa impresif sepanjang musim ini. Dua laga pamungkas akan mempertemukan Liverpool dengan Brighton di Stadion Amex dan ditutup dengan laga kandang melawan Crystal Palace.
“Kami akan melawan Chelsea lebih dulu, baru Arsenal berikutnya. Mereka itu tim yang bertarung melawan kami selama ini. Kurasa itu bukan laga-laga di mana kami bermain dan kami akan bilang ‘Oh, kami sudah juara kok, kami hanya akan bermain seperti latihan.’ Tidak, kami ingin ke sana dan ingin menang,” lugas Curtis Jones, menyampaikan dengan jelas mentalitas pantang menyerah yang masih membara dalam diri setiap pemain Liverpool.
Bagi Liverpool, empat laga sisa ini bukan sekadar formalitas, melainkan ujian terakhir untuk membuktikan bahwa gelar juara yang mereka raih memang pantas disandang. Mereka ingin menutup musim dengan kepala tegak, meninggalkan kesan mendalam sebagai tim yang tak hanya juara, tetapi juga memiliki mentalitas juara sejati hingga peluit akhir berbunyi. Semangat untuk terus meraih kemenangan, bahkan setelah mahkota juara tersemat, menjadi bukti betapa dahaganya The Reds akan kejayaan.***














