Pengendara Motor dan Juru Parkir Jadi Korban Kecelakaan di Cileungsi

0
Ilusrtasi kaca pecah

NARASITODAY.COM – Malam Minggu di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Bogor, biasanya dipenuhi dengan hiruk-pikuk kendaraan, suara tawa muda-mudi, dan deru motor yang tak pernah henti.

Namun, pada Minggu (18/5) malam, keramaian itu mendadak terhenti oleh satu suara dentuman keras di tengah jalan. Sebuah sepeda motor yang melaju kencang menabrak seorang juru parkir yang tengah membantu kendaraan menyeberang.

Kecelakaan itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka pengendara, penumpang motor, dan sang juru parkir yang tak sempat menghindar.

Baca Juga :  Evakuasi Kendaraan Truk di Km 22+800 Tol Jagorawi, Lalu Lintas Jakarta-Bogor Tersendat

“Korban kecelakaan tiga orang, pengendara dan penumpang sepeda motor, dan juru parkir,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya, saat dikonfirmasi pada Senin (19/5/2025).

Dalam penjelasannya, Ferdhyan mengungkapkan bahwa motor tersebut dikendarai oleh seorang pria berinisial YTQ yang datang dari arah Klapanunggal menuju Cileungsi. Saat tiba di lokasi kejadian, YTQ tak mampu mengendalikan laju motornya dan menghantam juru parkir yang sedang menyeberangkan kendaraan lain.

Baca Juga :  Pesawat Penumpang Mendarat Darurat di Mogadishu, Seluruh Penumpang Selamat

“Setibanya di TKP (tempat kejadian perkara) menabrak seorang juru parkir yang sedang menyeberangkan kendaraan,” jelasnya.

Benturan keras itu membuat penumpang sepeda motor mengalami luka di bagian kening dan kepala. Pengendaranya pun tak luput dari cedera tangan kirinya terluka cukup parah. Sementara sang juru parkir, yang sehari-hari membantu mengatur arus kendaraan demi keselamatan pengguna jalan lain, harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka di bagian kening.

Baca Juga :  Evakuasi Truk dan Muatan Besi di Cibinong, Arus Lalu Lintas Berangsur Normal

“Ketiga korban dibawa ke RS Skenario Graha Medika,” kata Ferdhyan, mengakhiri keterangannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pilu bahwa di balik rutinitas para pekerja jalanan seperti juru parkir, tersimpan risiko besar yang sering luput dari perhatian. Di tengah bisingnya kota, kadang satu detik kelengahan bisa mengubah malam biasa menjadi tragedi tak terlupakan.***