Pergerakan Tanah Ancam Sekolah, Tokoh Sukajaya Minta Relokasi Segera

0
Tokoh masyarakat Sukajaya Apih Ujang tengah meninjau langsung ke lokasi Gedung SMPN 1 Sukajaya, pada Rabu (25/6/2025)

NARASITODAY.COMGedung SMP Negeri 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan serius akibat diduga terdampak pergerakan tanah.

Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut terlihat mengalami retakan yang membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar.

Pantauan di lokasi, kerusakan terlihat di berbagai titik bangunan.

Dinding mengalami retakan memanjang, lantai bergelombang, serta struktur atap yang mulai goyah.

Kondisi ini membuat gedung sekolah dinilai tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga :  Tiga Remaja Diamankan Polsek Cileungsi Usai Diduga Lakukan Percobaan Pembegalan

Tokoh masyarakat Sukajaya, Ujang Ruhyadi, yang meninjau langsung ke lokasi pada Rabu (25/6/2025), menyatakan keprihatinannya.

Ia menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat dan harus segera ditangani oleh pemerintah daerah.

“Hampir semua ruang kelas mengalami retak yang cukup parah. Ini bukan sekadar retakan biasa, tapi indikasi kuat bahwa ada pergerakan tanah aktif yang terus berlangsung. Jika dibiarkan, bisa berakibat fatal,” kata Ujang Ruhyadi yang akrab disapa Apih Ujang.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Tegaskan Wajibkan Pengusaha Tambang yang Habis Masa Izin Lakukan Reklamasi

Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil keputusan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman demi menghindari risiko bencana.

“Pemerintah jangan menunggu sampai ada korban dulu baru bertindak. Relokasi sekolah harus segera diputuskan. Jangan memaksakan membangun kembali di tempat yang jelas tidak stabil,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Parungpanjang Gelar Doa Bersama Dukung Revitalisasi Jalan Provinsi

Apih Ujang juga menyatakan bahwa masyarakat siap mendukung proses relokasi, termasuk membantu mencari lahan yang lebih aman.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Namun tentu inisiatif harus datang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” tukasnya.