NARASITODAY.COM – Waktu seolah berjalan begitu cepat bagi Hengky Kurniawan. Rasanya baru kemarin ia menggandeng tangan kecil putra sulungnya, Bintang, ke sekolah dasar. Kini, sang buah hati telah tumbuh menjadi remaja dan tengah menapaki jenjang kelas 2 SMA.
Sebagai seorang ayah, Hengky tak hanya menyaksikan pertumbuhan putranya dari sisi fisik semata, tapi juga mulai ikut terlibat aktif dalam membentuk arah hidup sang anak. Ditemui usai mengisi acara di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Kamis (26/6/2025), Hengky berbagi cerita tentang momen-momen penting itu.
“Ya alhamdulillah Bintang sekarang sudah akan menginjak kelas 2 SMA. Tentu sudah mulai fokus untuk mengarahkan dia ya, lebih ke masa depannya seperti apa, kemudian lebih banyak memberikan nasihat,” ungkapnya dengan raut bangga namun tetap bijak.
Di usia yang mulai beranjak dewasa, Bintang juga mulai mengenal hal-hal baru dalam kehidupan sosialnya termasuk perasaan suka kepada lawan jenis. Sebuah fase yang, bagi Hengky, menjadi bagian tak terelakkan dari perjalanan menuju kedewasaan.
“Karena sekarang kan sudah tumbuh dewasa ini, sudah ada seseorang yang dia sukai, yang lebih dekat,” katanya sambil tersenyum, menandakan bahwa sang ayah cukup terbuka dengan perubahan anaknya, namun tetap menjaga arah.
Meski memberi ruang, Hengky tetap menjaga nilai dan batasan yang menurutnya penting bagi anak laki-lakinya, terutama dalam bersosialisasi. Etika saat bertamu ke rumah orang, terutama ke rumah perempuan, menjadi salah satu hal yang ia tekankan.
“Misalnya ketika bertamu ke rumah orang, apalagi misalnya perempuan, itu harus ya batas maksimalnya jam 9-10 malamlah. Kecuali kalau memang ada tugas sekolah, atau memang ada sesuatu yang dikerjakan karena tugas sekolah, yang harus malam seperti latihan, misalnya teater dan sebagainya,” jelasnya, menegaskan bahwa batasan bukanlah larangan, melainkan bentuk arah dan perhatian.
Soal masa depan pendidikan, Hengky memberi kebebasan penuh kepada Bintang dalam memilih jalan hidupnya, tapi tetap memberikan pertimbangan matang. Saat Bintang mengungkapkan keinginan untuk mengambil jurusan arsitektur dan langsung melanjutkan studi ke luar negeri, Hengky memberikan saran yang tak kalah penting.
“Dia memilih pengin mengambil jurusan arsitektur, pengin langsung sekolah ke luar negeri. Saya menyampaikan jangan, lebih baik S1-nya ngambil dulu di Indonesia, karena juga gak kalah bagusnya. Dan nanti S2-nya, baru boleh tuh ke luar negeri, syukur-syukur kalau bisa mendapatkan beasiswa,” terangnya.
Menariknya, Bintang pun tampaknya mulai menoleh ke arah dunia yang telah membesarkan nama sang ayah: dunia entertainment. Ia mulai bertanya-tanya tentang proses syuting dan kemungkinan berkarier sejak muda.
Namun sebagai orang tua yang telah lama berkecimpung di industri hiburan, Hengky paham betul bahwa sorotan kamera tidak boleh mengalahkan pendidikan.
“Sebenarnya dia sudah mulai nanya-nanya sih soal syuting, pengin berkarier saat-saat ini gitu ya. Tapi kalau saya sih sebenarnya boleh-boleh saja. Maksudnya berkarier di usia muda, tapi social story. Apalagi kalau dunia entertainment kan, kalaupun misalnya syuting tuh kan waktunya sudah sangat full ya, padat ya. Kalau misalnya dapat sinetron striping, saya gak mau pendidikannya jadi gak selesai. Apalagi dia di akademisi, di sekolahnya cukup berprestasi juga,” tutup Hengky dengan nada penuh kebanggaan sekaligus kewaspadaan.
Di balik kehidupan publiknya sebagai aktor dan pejabat, Hengky tetap menjalani peran ayah dengan penuh perhatian dan kedekatan emosional. Ia bukan sekadar mengarahkan, tetapi juga hadir sebagai pendengar, pembimbing, dan teladan bagi sang putra dalam merancang masa depan.***














