MIKUBA, Inovasi Puskesmas Purwasari yang Menyatukan Tradisi dan Pelayanan Kesehatan

0
Solusi Alami dari Puskesmas Purwasari, MIKUBA Redakan Keluhan Kulit

NARASITODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Puskesmas Purwasari, Kecamatan Dramaga, meluncurkan inovasi layanan kesehatan berbasis kearifan lokal berupa minyak oles tradisional bernama MIKUBA (Minyak Kelapa, Kunyit, Bangle).

Ramuan ini dikembangkan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi keluhan penyakit kulit ringan seperti gatal-gatal, yang kerap dialami masyarakat pedesaan dan lingkungan pesantren.

Kepala Puskesmas Purwasari, Sahrul Zubiantoro, menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan akses layanan kesehatan yang aman, murah, dan terjangkau.

Baca Juga :  48 RT dan 15 RW di Desa Cihideung Udik Resmi Dilantik, Siap Bangun Desa Lebih Maju

“Kami melihat kebutuhan masyarakat akan pengobatan yang murah dan mudah diakses masih sangat tinggi, terutama di pondok pesantren dan desa terpencil. Melalui MIKUBA, kami tidak hanya memberi solusi, tapi juga mengedukasi masyarakat agar mandiri dalam menjaga kesehatan,” kata Sahrul, Sabtu (6/7/2025).

MIKUBA diracik secara mandiri oleh petugas puskesmas bersama kader kesehatan menggunakan bahan-bahan alami yang sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Ramuan tersebut didistribusikan melalui edukasi langsung, penyuluhan, serta pelayanan komunitas di posyandu dan pesantren.

Baca Juga :  Bocah yang Viral Minta Makan di Sambangi Polrestro Depok, Ini Tujuannya

Selama tiga bulan terakhir, MIKUBA telah diterapkan di sejumlah titik wilayah kerja Puskesmas Purwasari. Lebih dari 300 warga telah menerima manfaat dari produk ini melalui penyuluhan dan distribusi gratis.

“Inovasi ini disambut antusias oleh masyarakat. Selain terbukti mengurangi keluhan kulit secara signifikan, MIKUBA juga memperkuat peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jelajahi 5 Tempat Wisata Hiling Populer Dan Terbaru di Bogor

Puskesmas Purwasari berkomitmen terus melakukan monitoring dan evaluasi melalui tim promosi kesehatan dan petugas Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) guna memastikan keberlanjutan program.

“Harapan kami, MIKUBA bukan hanya jadi produk lokal, tapi juga gerakan masyarakat untuk kembali mengenal dan memanfaatkan kekayaan tradisional Indonesia dalam menjaga kesehatan,” pungkas Sahrul.***