Kapok! Pemuda Citayam Akui Kelalaian Usai Terjaring Operasi Patuh Lodaya

0
Kapok! Pemuda Citayam Akui Kelalaian Usai Terjaring Operasi Patuh Lodaya

NARASITODAY.COM – Seorang pemuda berusia 22 tahun asal Citayam terjaring dalam Operasi Patuh Lodaya 2025 yang digelar Satlantas Polres Bogor di Simpang McDonald’s Cibinong, Selasa (15/7/2025).

Pemuda tersebut dikenai tilang manual lantaran melanggar aturan lalu lintas dengan melawan arus dan tidak memakai helm, baik dirinya maupun penumpang yang dibonceng.

“Tadi lawan arah, muter balik, belum tahu ada razia,” ujarnya singkat saat dimintai keterangan.

Ia mengakui kelalaiannya tidak mengenakan helm bersama rekannya. “Iya, dua-duanya enggak pakai helm, sama muter balik juga,” tambahnya.

Karena panik saat melihat petugas dari dua arah, pemuda itu sempat mengalami insiden kecil hingga terjatuh.

Baca Juga :  Ilham Permana : Pemuda Bisa Apa? Tantangan dan Solusi Pemerintah Hadapi Apatisme Anak Muda

“Kapok sih, tadi sempat kaget. Pas saya udah di samping mobil, ternyata polisi juga ada di belakang, jadi sampai jatuh,” tuturnya.

Dalam operasi hari kedua itu, Satlantas Polres Bogor mencatat sedikitnya 180 pelanggaran lalu lintas yang terjaring sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Jenis pelanggaran yang dominan mencakup pengendara motor tanpa helm, penggunaan knalpot brong, serta kendaraan tanpa pelat nomor. Delapan kendaraan turut diamankan sebagai barang bukti.

“Selama Operasi Patuh Lodaya 2025 ini, kami menegakkan ketertiban lalu lintas. Kami juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang sedang menggelar MPLS, agar siswa paham pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto.

Baca Juga :  AMRO Sebut Target 7% Pertumbuhan RI 2025 Bak Mimpi di Siang Bolong

Ardian menjelaskan, pelanggaran yang berisiko menyebabkan kecelakaan langsung ditindak.

“Seperti tidak memakai helm itu bisa dikenakan tilang. Begitu juga dengan knalpot brong, itu harus diganti sesuai spesifikasi,” katanya.

Menurut Ardian, operasi dilakukan di titik-titik yang telah dipetakan sebagai lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dengan evaluasi rutin setiap hari untuk menentukan strategi selanjutnya.

“Lokasi Operasi Patuh kami sesuaikan dengan sasaran yang telah ditetapkan, yaitu daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran. Evaluasi kami lakukan setiap sore,” jelasnya.

Baca Juga :  Disela-sela Menunggu Kunker Bupati, Anggota DPRD Usep Nukliri Beri Pendidikan Motivasi kepada Siswa SD

Operasi Patuh Lodaya 2025 akan berlangsung selama dua pekan. Menjelang akhir periode, Satlantas Polres Bogor juga akan menggandeng Dinas Perhubungan dan Polisi Militer untuk razia gabungan.

“Sasaran utama kami kendaraan yang rawan viral, seperti tanpa plat nomor atau menggunakan plat palsu, pengemudi yang melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, di bawah pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, tidak memakai helm, tidak mengenakan sabuk pengaman, dan membonceng lebih dari dua orang,” pungkas Ardian.***

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday