Apa Saja 5 Penyebab Mata Juling pada Orang Dewasa? Simak Penjelasannya!

0
Mata juling
Ilustrasi wanita muda cantik yang lucu dengan mata juling

NARASITODAY.COM – Mata juling atau strabismus sering dikaitkan dengan kondisi bawaan sejak masa kanak-kanak. Namun, kondisi ini ternyata juga bisa muncul atau kambuh kembali pada usia dewasa.

Mata juling terjadi ketika kedua bola mata tidak dapat bergerak secara sejajar karena gangguan pada otot atau saraf mata. Akibatnya, satu mata mungkin mengarah ke posisi berbeda dari yang lain, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan ganda (double vision), kelelahan mata, hingga penurunan kualitas hidup.

Berikut adalah 5 penyebab utama mata juling pada orang dewasa yang penting untuk diketahui:

1. Gangguan saraf dan otak

Salah satu penyebab paling serius dari mata juling pada orang dewasa adalah gangguan neurologis yang memengaruhi koordinasi otot mata. Beberapa kondisi seperti stroke, tumor otak, cedera kepala berat, hidrosefalus, hingga sindrom Guillain-Barré dapat menyebabkan melemahnya saraf kranial yang mengontrol gerakan mata.

Ketika otak tidak mampu mengirim sinyal dengan tepat ke otot-otot mata, maka salah satu atau kedua bola mata bisa kehilangan kemampuan untuk bergerak secara normal dan sejajar.

Baca Juga :  Atasi Mata Lelah dengan 5 Cara Mudah Ini saat Bekerja di Depan Layar

2. Kelainan refraksi mata yang tidak dikoreksi

Gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), dan astigmatisme (silinder) yang tidak segera dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Ketegangan berlebih ini, terutama jika hanya terjadi pada satu mata, berpotensi memicu kondisi mata juling. Dalam beberapa kasus, otak mungkin mulai “mengabaikan” sinyal dari satu mata demi menghindari penglihatan ganda, yang pada akhirnya membuat mata tersebut kehilangan posisi sejajarnya.

3. Cedera pada area kepala atau mata

Trauma fisik akibat kecelakaan, benturan, atau pukulan yang mengenai kepala atau mata juga dapat menjadi penyebab mata juling. Cedera semacam ini dapat merusak saraf pengontrol otot mata atau bahkan otot itu sendiri.

Baca Juga :  Kemnaker Dorong Perusahaan Sediakan Fasilitas Penitipan Anak untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Keluarga

Jika kerusakan cukup parah, kemampuan otot mata untuk bergerak secara normal terganggu, sehingga menyebabkan perbedaan arah pandangan antara mata kiri dan kanan.

4. Penyakit Graves (hipertiroidisme autoimun)

Penyakit Graves merupakan gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid dan dapat berdampak pada organ lain, termasuk mata. Dalam banyak kasus, penderita Graves mengalami kondisi yang disebut thyroid eye disease atau orbitopati tiroid.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan otot dan jaringan di sekitar mata, mendorong bola mata ke depan (proptosis), serta mengganggu koordinasi otot mata. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu terjadinya mata juling pada orang dewasa.

5. Penyakit sistemik seperti diabetes dan botulisme

Beberapa penyakit sistemik juga berisiko menimbulkan mata juling akibat dampaknya pada sistem saraf. Diabetes, misalnya, dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai saraf otak, termasuk saraf yang mengatur gerakan mata.

Botulisme infeksi serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum juga dapat melumpuhkan otot mata secara tiba-tiba. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan gerakan bola mata, sehingga memicu gejala mata juling.

Baca Juga :  5 Gejala Cell Phone Blindness dan Tips Ampuh untuk Menjaga Kesehatan Mata

Mengapa Penanganan Dini Sangat Penting?
Gejala mata juling pada orang dewasa dapat muncul secara mendadak atau berkembang perlahan. Gejala yang paling umum meliputi penglihatan ganda, sulit fokus, mata cepat lelah, hingga postur kepala miring saat mencoba melihat lurus.

Jika mengalami salah satu gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata atau neurolog. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan mata lebih lanjut dan memperbaiki kualitas penglihatan.

Pengobatan mata juling tergantung pada penyebabnya, dan bisa meliputi penggunaan kacamata khusus (prisma), terapi mata, suntikan botoks untuk otot mata tertentu, atau tindakan pembedahan jika diperlukan.***

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday