Lika-Liku Hidup Qory Sandioriva, Puteri Indonesia dengan 13 Organ yang Berjuang Keras

0
Puteri Indonesia
Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva.foto:kumparan

NARASITODAY.COM – Aktris sekaligus Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva, berbagi kisah tentang lika-liku hidupnya yang penuh ujian. Selain menghadapi dinamika rumah tangga, ia juga telah berjuang melawan penyakit autoimun selama hampir dua dekade.

Qory pertama kali didiagnosis mengidap autoimun pada usia 17 tahun, dan menyebutkan bahwa faktor genetik turut berperan dalam kondisi yang ia alami.

Pertama memang saya genetik, Mama saya almarhum meninggal autoimun, kakak saya autoimun. Kedua, saya kan atlet sirkulasi darahnya bagus. Saat itu disuruh berhenti, dua minggu kemudian saya pingsan, tapi dibilangnya waktu itu masih kekentalan darah, kekurangan protein C dan S,” tuturnya saat tampil di kanal YouTube Official Trans TV, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga :  India Meningkatkan Pengolahan Limbah Elektronik sebagai Sumber Mineral Strategis untuk Kurangi Ketergantungan pada China

Wanita berusia 33 tahun itu bahkan sempat pingsan saat hendak bertolak ke ajang Miss Universe 2009. Momen itu menjadi titik awal ia mengetahui bahwa dirinya mengidap lupus.

Cuma kaget aja, waktu itu kan tahu lupus tidak ada obatnya, di tahun itu. Apalagi persepsinya mirip HIV AIDS padahal itu dua hal berbeda. Drop, cuma Yayasan Puteri Indonesia memberikan kesempatan pada saya, mungkin yang terakhir kalinya saya go to Miss Universe,” ungkapnya.

Proses pengobatan yang panjang dan intensif berdampak besar terhadap kesehatan tubuh Qory. Ia mengalami kerusakan pada beberapa organ vital. “Itulah yang menyebabkan saya rusak 13 organ, (di antaranya) jantung, paru-paru, ginjal, hati. Terus sampai sekarang saya masih ada radang otak yang susah disembuhkan, saraf, tulang belakang, rahim,” katanya.

Baca Juga :  Disparbud Karawang Apresiasi Paguyuban Seni yang Lestarikan Budaya Lokal

Kelahiran anak semata wayangnya, Ganesa Tashi Tungka, merupakan anugerah besar dalam hidupnya. Ia merasa sangat bersyukur atas kehadiran sang buah hati. “Ganesa precious banget buat saya. Tujuh kali hamil cuma satu yang selamat,” aku Qory.

Meski tidak mudah, kehadiran Ganesa dan keyakinannya kepada Tuhan menjadi sumber semangat untuk terus bertahan dan bangkit.

Yang pertama saya punya Tuhan yang lebih besar dari pada dunia ini, saya yakin. Kedua, saya diberikan amanah seorang anak, masa sih saya harus lelah terus. Dia yang selalu membuat saya tuh, ‘Mama lelah, tapi mau berjuang lagi, berjuang lagi’,” katanya penuh haru.

Baca Juga :  Pasien Lupus, Hindari 5 Makanan Ini untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Awalnya, Qory merasa enggan membahas soal autoimun. Namun kini, ia memilih untuk terbuka dan menjadikan kisahnya sebagai bentuk penyembuhan diri. “Dulu saya ada rasa gak suka kalau diomongin autoimun. Tuhan memberikan kepercayaan saya jadi duta autoimun, ternyata itu healing buat saya,” pungkasnya.***

sumber:detik

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday