Tips Cek 5 Ciri HP Refurbish yang Sering Disamarkan sebagai HP Baru

0
refurbish
Ilustrasi sebuah tumpukan samartphone yang rusak.(foto:istock)

NARASITODAY.COM – Membeli smartphone bukanlah hal sepele, terutama ketika harus menentukan apakah produk yang ditawarkan benar-benar baru atau ternyata refurbished (refurbish).

HP refurbish adalah ponsel bekas yang telah diperbaiki dan diperbarui untuk dijual kembali, tapi seringkali dijual seolah-olah produk baru tanpa memberi tahu pembeli. Untuk menghindari kerugian, penting tahu cara mengenali ciri-ciri HP refurbish yang disamarkan sebagai baru. Berikut lima tips yang bisa kamu gunakan untuk mengecek keaslian HP sebelum membeli.

1. Periksa Kondisi Fisik dan Tampilan

HP refurbish biasanya masih menunjukkan tanda-tanda pemakaian sebelumnya, walau sudah diperbaiki. Perhatikan dengan teliti apakah ada goresan halus, bekas tekanan, atau ketidaksempurnaan pada bodi, layar, tombol, port pengisian daya, dan lubang speaker. HP baru harusnya bebas dari cacat fisik dan terlihat mulus tanpa bekas pemakaian.

Baca Juga :  Ungkap 5 Rahasia Kamera iPhone untuk Hasil Foto Lebih Profesional

2. Cek Kemasan dan Aksesori yang Disertakan

Kemasan HP baru biasanya rapi, dengan logo dan merek jelas serta segel asli yang utuh. Aksesori seperti charger dan earphone harus asli dan lengkap. Sebaliknya, HP refurbish kerap dikemas dalam kotak polos atau berbeda dari aslinya dengan aksesori yang tidak lengkap atau bukan bawaan pabrikan.

3. Verifikasi Nomor IMEI dan Serial Number

Setiap HP memiliki nomor IMEI dan serial number yang unik. Periksa dan cocokkan nomor tersebut pada bagian belakang ponsel, dalam pengaturan sistem, dan pada kemasan. Gunakan situs web resmi produsen untuk memverifikasi status HP.

Baca Juga :  5 Kriteria Smartphone Lipat yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Misalnya, nomor model yang diawali huruf “F” pada iPhone menandakan produk refurbish resmi, sementara huruf “M” untuk produk baru. Jika nomor tersebut tak cocok atau tidak dapat diverifikasi, waspadai keasliannya.

4. Bandingkan Harga dengan Produk Baru Resmi

Harga terlalu murah sering menjadi tanda peringatan. HP refurbish dijual dengan harga 20-40% lebih rendah dibanding HP baru. Bila harga jauh di bawah pasar tanpa alasan jelas, kemungkinan itu adalah HP refurbish yang disamarkan sebagai baru.

5. Periksa Sistem Operasi dan Performa

Baca Juga :  Wajib Tahu! 5 Cara Aman Download Aplikasi agar Data dan HP Terjaga

HP baru biasanya memiliki sistem operasi terbaru dan aplikasi resmi dari pabrikan. Sedangkan HP refurbish mungkin memiliki versi sistem yang lebih lama, aplikasi yang tidak resmi, atau performa tidak optimal. Lakukan pengujian langsung dengan membuka aplikasi, mengecek pembaruan sistem, dan menjalankan fungsi utama untuk memastikan kemulusan dan keaslian sistem.

Kesimpulan

Dengan melakukan pengecekan pada kondisi fisik, kemasan, nomor IMEI, harga, dan sistem operasi, kamu bisa menghindari risiko membeli HP refurbish yang dijual sebagai baru.

Jangan ragu bertanya dan meminta garansi resmi dari penjual serta lakukan pengecekan di situs resmi produsen untuk memastikan produk yang kamu beli benar-benar asli dan baru.***

Editor : Alysa

Sumber : liputan6.com