Satpol PP Cianjur Musnahkan 1.387 Botol Miras Hasil Razia

0
Botol Miras
Alat berat tengah memusnahkan ribuan botol miras di di halaman Markas Komando (Mako) Satpol PP, Senin (4/8/2025) pagi. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, CIANJUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur memusnahkan sebanyak 1.387 botol minuman keras (miras) hasil razia dari berbagai wilayah. Pemusnahan dilakukan di halaman Markas Komando (Mako) Satpol PP, Senin (4/8/2025) pagi.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Bupati Cianjur dr. H. Muhamad Wahyu Ferdian bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga :  Wakili Bupati Bogor, Sekda Ikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2025

Ribuan botol miras yang dimusnahkan merupakan hasil operasi penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat selama dua bulan terakhir.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pencegahan terhadap dampak negatif miras, seperti kecelakaan, kekerasan, hingga perkelahian,” kata Bupati Cianjur dalam sambutannya.

Selain itu, Bupati juga menyinggung peningkatan layanan pemadam kebakaran (Damkar), termasuk penambahan dua posko baru di wilayah strategis, menyusul beberapa kejadian kebakaran di pusat kota.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Dampingi Bupati Bogor Tinjau Arus Mudik dari Helikopter

Ia juga menyoroti aksi penyelamatan burung hantu oleh petugas Damkar yang sempat viral, sebagai bentuk dedikasi mereka tidak hanya kepada manusia tetapi juga satwa.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Joko, mengatakan pemusnahan barang bukti dilakukan segera tanpa menunggu jumlah tertentu.

Baca Juga :  Hilirisasi Digeber, Pemerintah Kunci Strategi Energi dan Mineral untuk Dongkrak Nilai Tambah

Menurut dia, Satpol PP Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi razia, terutama jika ditemukan peningkatan aktivitas peredaran miras di lapangan.

“Operasi ini berlangsung selama Juni hingga Juli dan melibatkan Polres, Kodim, serta instansi terkait lainnya. Sekitar 50 persen miras yang disita berasal dari luar daerah yang diselundupkan ke wilayah Cianjur,” ujarnya.***