Kejagung Periksa 8 Saksi Dugaan Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek

0
Kejagung
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna. Foto (ist)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa delapan orang saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam Program Digitalisasi Pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Pemeriksaan dilakukan pada Rabu, 6 Agustus 2025, dan berkaitan dengan perkara dugaan korupsi yang terjadi pada tahun anggaran 2019 hingga 2022, atas nama tersangka berinisial MUL.

Baca Juga :  Komisi X DPR Usulkan Anggaran Khusus Pendidikan Saat Bencana, Esti Soroti Aceh dan Sumatera

Adapun delapan saksi yang diperiksa adalah:

AS, Direktur PT Complus Sistem Solusi

RCG, Vice President of Accounting and Consolidation PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk

KBA, Pemimpin Manfaat PT Go-Jek Indonesia

Baca Juga :  Baru Satu Pekan Menjabat Polsek Dramaga, Bikin Pengoplosan Gas Ilegal di Sukawening tak Berkutik

AS, Direktur PT Aplikasi Karya Anak Bangsa tahun 2020

HD, dari pihak PT Samafitro

MA, Direktur PT Tixpro Informatika Megah tahun 2020

LN, Presiden Direktur PT Acer Indonesia

RG, Direktur Produksi PT Acer Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Inklusif, Bupati Bogor Bersama Kajari Beri Bantuan Ke Sekolah Alam Disabilitas Permadani Cibinong

“Penyidikan kasus ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti indikasi penyimpangan anggaran negara pada program strategis nasional di sektor pendidikan,” tulis dalam surat konferensi pers yang di terima Kamis (7/08/2025).***

Editor : Andreas