Taiwan Tanggapi Tegas Janji Trump-Xi, Perkuat Pertahanan Mandiri

0
Taiwan
Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Donald Trump mengungkap bahwa Presiden China, Xi Jinping, pernah berjanji langsung tidak akan menginvasi Taiwan selama Trump menjabat.(Foto : bloombergtechnoz.com)

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Presiden China, Xi Jinping, pernah menyampaikan komitmen untuk tidak melakukan invasi ke Taiwan selama Trump masih menjabat sebagai Presiden. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News, sebagaimana dilansir CNN International pada Minggu (17/8/2025).

“Saya akan memberitahu Anda, Anda tahu, Anda memiliki hal yang sangat mirip dengan Presiden Xi dari Cina dan Taiwan, tetapi saya tidak percaya ada cara apa pun itu akan terjadi selama saya di sini. Kita lihat saja nanti,” ujar Trump.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Apresiasi Bogor Run 2025, Harap Jadi Pendorong Ekonomi dan Pariwisata di Kabupaten Bogor

Trump menambahkan bahwa Xi secara langsung menyampaikan janji tersebut kepadanya. “Dia mengatakan kepada saya, ‘Saya tidak akan pernah melakukannya selama Anda menjadi presiden.’ Presiden Xi mengatakan itu kepada saya, dan saya berkata, ‘Yah, saya menghargai itu,’ tetapi dia juga berkata, ‘Tapi saya sangat sabar, dan Cina sangat sabar.’,” ungkapnya.

  • Komunikasi Langsung dan Dinamika Diplomatik

Trump dan Xi diketahui melakukan panggilan pertama mereka terkait masa jabatan kedua Trump pada Juni lalu. Bahkan, menurut Trump, Xi telah menghubunginya sejak April.

Sementara itu, posisi resmi China tetap konsisten dalam menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing menyatakan akan menyatukan kembali Taiwan dengan daratan utama, termasuk melalui cara paksa jika diperlukan. Taiwan, di sisi lain, menolak klaim tersebut dan menegaskan kedaulatannya sebagai negara demokratis yang terpisah.

Baca Juga :  Ciptakan Suasana Ceria: 5 Tanaman Ini Memberikan Energi Positif dalam Kehidupan

Dalam pernyataan resmi, juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, menegaskan bahwa “Pemerintah AS harus mematuhi prinsip Satu China dan tiga komunike bersama AS-China, menangani masalah-masalah terkait Taiwan dengan hati-hati, dan dengan sungguh-sungguh menjaga hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seberang Selat Taiwan.”

  • Respons Taiwan: Perkuat Pertahanan Sendiri
Baca Juga :  Trump Ancam Pemecatan Massal Jika Kongres Gagal Cegah Shutdown

Meski AS menjadi pemasok utama senjata dan pendukung internasional Taiwan, hubungan diplomatik formal antara kedua negara tidak terjalin. Di tengah ketegangan tersebut, Taiwan tetap menekankan pentingnya kemandirian dalam pertahanan.

Wang Ting-yu, anggota senior parlemen dari Partai Progresif Demokrat, menyampaikan pandangan tegas melalui media sosial. “Namun … Keamanan tidak dapat mengandalkan janji musuh, juga tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari teman-teman. Memperkuat kemampuan pertahanan kita sendiri adalah hal yang mendasar!,” tulisnya di akun Facebook.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com