NARASITODAY.COM, BOGOR – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat sekitar 60 kasus kebakaran terjadi sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2025. Meski tergolong cukup sering, sebagian besar kebakaran berskala kecil dan dapat ditangani dalam waktu singkat.
Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Ismambar Fadli, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan 11 sektor Damkar yang tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, pembaruan data dilakukan setiap minggu untuk memastikan penanganan lebih cepat dan terukur.
“Kalau kebakaran dari semua itu kurang lebih ada 60-an kejadian, tapi tidak besar semua. Jadi, ada kebakaran yang sifatnya masih dapat ditangani di bawah satu jam selama 2025 ini,” kata Ismambar, Selasa (19/8/2025).
Dari catatan Damkar, wilayah timur Kabupaten Bogor seperti Citeureup, Gunung Putri, Cileungsi, hingga Cariu, menjadi area yang paling rawan. Banyaknya kawasan industri di daerah tersebut membuat potensi kebakaran lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.
“Memang agak banyak itu di wilayah timur, barat ada tapi gak begitu banyak. Untuk utara, yang leading sektornya ada di sektor Parung. Tapi alhamdulillah pada 1 tahun ini belum ada yang besar banget kebakarannya, mudah-mudahan sih gak ada,” jelas Ismambar.
Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi tahun ini mayoritas melibatkan permukiman warga. Api biasanya muncul dari dapur rumah tangga maupun rumah makan kecil.
“Untuk tahun ini kebakaran kita kebanyakan rumah tangga, dapur, sama beberapa rumah makan kecil,” ujarnya.
Penyebab kebakaran, menurut Damkar, sangat beragam. Mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian dalam mengelola api. Beberapa kasus bahkan muncul akibat kebiasaan membakar sampah di sekitar rumah.
“Ada beberapa konsleting, ada juga kelalaian mengkoneksikan api, bakar sampah terus apinya gede dan gak bisa ditangani,” ungkap Ismambar.
Meski puluhan kasus kebakaran terjadi, pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa yang tercatat sepanjang 2025. Kerugian hanya berupa aset dan bangunan yang rusak.
“Alhamdulillah gak ada (korban jiwa), itu bisa kita tangani. Dari Januari sampai semester 1 ini, kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau kerugian ada, seperti asetnya yang rusak, tapi kalau sampai korban jiwa gak ada,” tegasnya.
Selain mengungkap data, Damkar juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ismambar mengingatkan agar warga berhati-hati dalam penggunaan listrik maupun gas, serta menghindari panik berlebihan saat menghadapi kondisi darurat.
“Kita menghimbau kepada masyarakat hati-hati terhadap penggunaan listrik, jangan terlalu panik dalam penggunaan gas. Kalau ada aroma gas, jangan menyalakan listrik karena sifatnya gas itu nempel ke kabel,” terang Ismambar.
Ia juga menekankan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama di musim panas.
“Untuk yang bakar sampah, misal bakar daun-daun itu tolong jangan dibakar karena api ini kalau kecil menjadi sahabat dan kalau sudah besar menjadi musuh. Dengan cuaca yang kadang panas seperti ini, kita hindari hal-hal yang bisa menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.***
Editor : Alysa
Wartawan : Amelia Azizah
Sumber : Timetoday.id














