Persikabo Terpuruk ke Liga 3, Mantan Manajer 1973 Bilang Begini!!

0
Persikabo
Logo Persikabo (Foto : net).

NARASITODAY.COM, BOGOR- Nasib Persatuan Sepakbola Kabupaten Bogor (Persikabo) kini sedang berada di titik terendah.

Klub kebanggaan warga Bumi Tegar Beriman yang lahir pada 1973 itu harus rela bermain di Liga Nusantara atau Liga 3 pada musim kompetisi 2025-2026.

Turunnya prestasi Persikabo membuat sedih pendukung fanatik maupun tokoh-tokoh yang pernah ikut membesarkan klub ini.

Salah satunya adalah Mansursyah Abdullah, manajer tim Persikabo di era awal berdirinya.

“Memang sakit rasanya. Setelah turun kasta dari Liga 2, sekarang ke Liga 3 bahkan Liga 4, Persikabo sudah tidak bisa lagi bermain di Stadion Pakansari karena terbentur regulasi. Padahal stadion itu rumahnya sendiri,” ujar Mansursyah, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga :  Bupati Bogor Tekankan Pentingnya Pengembalian Fungsi Setu Kabantenan untuk Pengendalian Limpasan Air

Menurut Mansursyah, bertahan di Liga 1 memang sangat berat. Klub yang bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia membutuhkan manajemen profesional serta kekuatan finansial yang besar.

“Liga 1 itu butuh uang tak berseri. Klub harus dikelola seperti perusahaan dengan orang-orang profesional di dalamnya. Kalau tidak, sulit untuk bertahan,” jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Bogor Bongkar 17 Bangunan Liar di Pasar Cibinong

Meski begitu, Mansursyah menilai keterpurukan Persikabo bisa menjadi titik balik.

Sejarah panjang klub yang pernah mencicipi ketatnya persaingan di Liga 1, menurutnya, menjadi modal berharga untuk kembali bangkit.

“Sekarang bagaimana kita menata Persikabo dari nol. Fokus pada pembinaan, mencari talenta muda, dan membangun fondasi yang kuat,” kata mantan pengusaha jasa konstruksi ternama era 1970-2000-an itu.

Baca Juga :  Masa Depan Persikabo 1973 di Persimpangan Jalan, Evaluasi Manajemen Jadi Kunci Kebangkitan

Mansursyah juga menegaskan kesiapannya jika diminta untuk ikut membenahi manajemen klub.

Ia berharap Persikabo bisa kembali menjadi tim yang disegani, atau setidaknya menjadi tim ajak di Indonesia.

“Kalau pun tidak kembali ke Liga 1, Persikabo bisa menjadi klub pencetak pemain berbakat yang dilirik tim-tim besar. Potensi itu ada, karena Kabupaten Bogor dengan 40 kecamatannya menyimpan banyak talenta muda,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas