Bunuh Diri Prajurit Israel Jadi Isyarat Guncangan Psikologis di Tengah Konflik Panjang Gaza

0
prajurit Israel
Militer Israel Disorot, Kasus Bunuh Diri Meningkat Ditengah Gugatan Internasional ke Netanyahu.(Foto : republika.id)

NARASITODAY.COM, ISRAELSeorang prajurit Israel dari Brigade Golani ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah pangkalan militer di wilayah utara Israel pada Senin (1/9/2025).

Insiden ini menambah jumlah kasus bunuh diri di kalangan militer Israel menjadi 18 sejak awal tahun, memicu kekhawatiran atas kondisi psikologis para personel angkatan bersenjata.

Informasi mengenai kematian prajurit tersebut pertama kali diungkap oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN. Dalam laporannya, disebutkan bahwa pihak militer telah memulai proses investigasi terhadap insiden tersebut.

“Polisi militer telah memulai investigasi, dan setelah selesai, temuannya akan diserahkan untuk ditinjau oleh kejaksaan militer,” tulis KAN, sebagaimana dikutip oleh Middle East Monitor.

Meski demikian, media tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai lokasi pangkalan maupun faktor-faktor spesifik yang melatarbelakangi tindakan bunuh diri tersebut.

Baca Juga :  Anggota Komisi I DPR Tegaskan Syarat Mutlak untuk Indonesia Jalin Hubungan dengan Israel

Kasus terbaru ini memperkuat tren meningkatnya angka bunuh diri di tubuh militer Israel dalam beberapa bulan terakhir. Dua pekan sebelumnya, seorang kapten cadangan ditemukan tewas di kawasan berhutan dekat Hutan Swiss, Tiberias. Sementara itu, harian Haaretz melaporkan bahwa pada bulan Juli saja, terdapat tujuh tentara yang melakukan bunuh diri.

Baca Juga :  Setelah Kepergian Amorim, Sporting CP Memilih Rui Borges untuk Memimpin di UEFA Conference League

Sebuah laporan internal militer yang dirilis bulan lalu menyebutkan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri dipicu oleh tekanan mental dan kondisi ekstrem yang dialami para tentara, terutama mereka yang terlibat dalam operasi militer di Jalur Gaza.

Sejak dimulainya ofensif Israel ke Gaza pada Oktober 2023, konflik tersebut telah menyebabkan jumlah korban sipil yang sangat besar. Data terbaru menunjukkan lebih dari 63.500 warga Palestina tewas, sementara situasi kemanusiaan di wilayah tersebut terus memburuk dan kini menghadapi ancaman kelaparan massal.

Baca Juga :  Kodim Kabupaten Bogor Gelar Khitanan Masal untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Di tengah meningkatnya tekanan internal, Israel juga menghadapi tantangan hukum di tingkat internasional. Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dampak destruktif dari operasi militer yang dilakukan di wilayah tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com