NARASITODAY.COM – Kondisi sulit yang dialami Honda di ajang MotoGP ternyata merembet ke kelas Moto3. Pabrikan asal Asaka itu kini kesulitan mempertahankan reputasinya sebagai penyedia motor juara. Dalam persaingan musim 2025–2026, Honda tertinggal jauh dari KTM yang mendominasi klasemen sementara Moto3.
KTM Kuasai Papan Atas, Honda Tertinggal Jauh
Delapan besar klasemen Moto3 saat ini didominasi oleh pembalap yang menunggangi KTM RC250GP. Sementara motor Honda NSF250RW baru muncul di posisi bawah. Rider terbaik Honda, Adrian Fernandez (Leopard Racing), tertinggal 161 poin dari pemuncak klasemen Jose Antonio Rueda (Red Bull KTM Ajo), dengan hanya delapan seri tersisa.
Fakta bahwa seluruh 14 balapan musim ini dimenangkan oleh pembalap KTM semakin mempertegas jarak performa antara kedua pabrikan. Pembalap Honda hanya mampu finis di posisi kedua atau ketiga sebanyak empat kali. “Jomplang sekali,” tulis laporan tersebut.
Minimnya Minat Pembalap Muda pada Honda
Kondisi ini turut memengaruhi minat pembalap muda. Dari delapan debutan musim ini, hanya dua yang memilih Honda sebagai kendaraan awal. Sementara nama-nama seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, dan Guido Pini yang bersinar di musim perdana mereka semuanya menggunakan motor KTM atau CFMoto.
Mereka adalah lawan-lawan yang pernah dihadapi oleh talenta muda Indonesia seperti Veda Ega Pratama di ajang Junior GP dan Red Bull Rookies Cup 2024.
Keluhan dari Tim Pelanggan Honda
Snipers Team, salah satu dari lima tim pelanggan Honda di Moto3, mengungkap kesulitan mereka dalam menarik minat pembalap muda. “Masalah dengan daya saing Honda di Moto3 adalah cerita yang panjang,” ujar kepala tim Mirko Cecchini, dikutip dari GPone.
“Ini membuat talenta-talenta muda enggan mengendarai Honda. Kami punya masalah besar untuk membuat mereka antusias menjalani musim di kejuaraan dunia (Moto3) dengan Honda,” lanjutnya.
Fokus Honda Terkendala Krisis di MotoGP
Cecchini juga menyebut bahwa krisis performa Honda di MotoGP membuat pabrikan tersebut memusatkan sumber daya ke kelas utama, sehingga pembaruan untuk motor Moto3 tertunda hampir dua tahun. “Pada dasarnya, motor Moto3 kami tidak buruk, tetapi KTM masih sedikit lebih baik, terutama dalam hal tenaga mesin,” tukasnya.
Meski begitu, ia optimistis bahwa Honda masih bisa bersaing jika memiliki pembalap top. “Dengan pembalap top, kita masih bisa bersaing di posisi atas sebagai tim Honda akhir-akhir ini, saya pikir begitu.”
Harapan Baru dan Skenario Masa Depan
Honda mulai menunjukkan langkah pemulihan dengan merekrut Kurt Trieb, insinyur mesin KTM, per 1 Agustus 2025. Trieb dikenal sebagai sosok penting di balik kesuksesan KTM di Moto3.
Selain itu, regulasi penyeragaman motor yang direncanakan berlaku pada 2028 bisa menjadi peluang baru. Honda kini bersaing dengan KTM, CFMoto, dan Yamaha untuk menjadi pemasok tunggal motor Moto3.
Peran Honda dalam Pengembangan Talenta Indonesia
Meski performa di Moto3 menurun, Honda tetap berperan dalam pengembangan pembalap Indonesia. Sejak 2019, selalu ada wakil Indonesia di kelas-kelas MotoGP di bawah naungan Sayap Emas. Setelah Mario Suryo Aji di Moto2, Veda Ega Pratama menjadi kandidat berikutnya, berkat performa impresifnya di Rookies Cup.
Veda yang akan berusia 17 tahun pada 23 November mendatang berpeluang tampil di MotoGP lebih cepat dari batas usia minimal, jika mampu mempertahankan posisi tiga besar di klasemen akhir.***
Editor : Alysa
Sumber : Bolasport.com













