Wamen Transmigrasi Janji Benahi Jalan, Listrik, dan Sertifikat Lahan di UPT Batu Ampar

0
Wamen transmigrasi
Viva Yoga dengan puluhan transmigran yang berasal dari berbagai daerah seperti Madiun, Nganjuk, Semarang, Purwakarta, dan Kuningan. Foto (Ist).

NARASITODAY.COM, BENGKULU SELATAN- Jalan berlumpur bak jalur off-road, listrik yang belum tersedia, hingga sertifikat tanah yang belum tuntas masih menjadi persoalan transmigran di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Batu Ampar, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hal itu terungkap saat Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, berkunjung ke Balai Pertemuan Batu Ampar, Rabu (10/9/2025).

Ia datang bersama Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Forkompimda, dan jajaran terkait.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Ajak Santri Kawal Visi Indonesia Emas dan Bogor Gemilang

“Transmigrasi bukan sekadar memindahkan penduduk, tapi juga menjaga tanah air dan memperkokoh NKRI,” ujar Viva Yoga di hadapan puluhan transmigran yang berasal dari berbagai daerah seperti Madiun, Nganjuk, Semarang, Purwakarta, dan Kuningan.

Dalam kunjungan itu, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp4,5 miliar dari APBN 2025 untuk renovasi sekolah, pembangunan jalan penghubung desa sepanjang 2 km, pengadaan toilet, serta air bersih.

Baca Juga :  Menteri Keuangan Optimis APBN Bisa Lindungi Ekonomi Indonesia dari Tekanan Global

Viva Yoga menegaskan, akses jalan ekstrem menuju Batu Ampar akan segera dibenahi.

Selain itu, proses sertifikasi tanah juga ditargetkan rampung tahun ini. Dari 77 bidang lahan, masih tersisa 22 bidang yang dalam proses penyelesaian.

“Kalau ada yang belum dapat SHM, segera laporkan ke Kementerian,” tegasnya.

Soal listrik, ia memastikan sudah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk memasukkan Batu Ampar dalam program Listrik Masuk Desa.

Baca Juga :  iMessage atau SMS? Ini Dia 5 Perbedaan yang Perlu Kamu Pahami!

“Tidak hanya listrik, masalah jalan, tanah, dan air bersih juga kita selesaikan,” katanya.

Transmigrasi di Bengkulu Selatan sendiri sudah berjalan sejak 1979 dan berkembang menjadi desa serta kecamatan definitif.

Di Batu Ampar, kini tercatat ada 33 kepala keluarga yang menempati kawasan tersebut.***

 

Editor : Andreas