NARASITODAY.COM – Salah satu organisasi mahasiswa asal Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) menaruh perhatian atas permasalahan yang dialami desa Kalong Liud pada bidang lingkungan.
Desa Kalong Liud di Kecamatan Nanggung memiliki masalah mengenai kekeringan dan ketersediaan air bersih.
Berdasarkan diskusi yang dilakukan bersama Kepala Desa setempat, Jani Nurjaman, permasalahan air ini dipicu oleh adanya faktor pencemar yang menyebabkan sungai yang menjadi sumber air utama desa Kalong Liud tercemar.
Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA), tim HIMASKA mencanangkan beberapa program di antaranya filtrasi air sungai, konservasi sumber air, sistem pemanenan air hujan, sistem irigasi tetes pertanian, dan pupuk organik cair.
“Masyarakat biasa menggunakan air dari sungai, tapi memang sudah tercemar. Kami bersama mahasiswa akhirnya berdiskusi mengenai potensi permasalahan ini,” kata Jani.

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih untuk penggunaan sehari-hari, tim PPK ORMAWA HIMASKA Unpak memfokuskan program filtrasi air sungai Cikaniki yang ada di Desa Kalong.
Liud. Selain itu, untuk keperluan pertanian, program sistem pemanenan air hujan dicanangkan untuk menyediakan sumber air lain bagi masyarakat dalam rangka mitigasi perubahan iklim.
“Betul, sebagian besar masyarakat memang pekerjaan utamanya sebagai petani, sehingga fenomena kekeringan sangat berdampak dan merugikan masyarakat. Terutama di tahun lalu, banyak masyarakat yang mengalami kerugian karena gagal panen,” ujar Jani.
Berdasarkan potensi permasalahan yang dianalisis mahasiswa, tim PPK ORMAWA
HIMASKA mengangkat tema “Implementasi Program Kampung Iklim Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Guna Meningkatkan Kualitas Air di Desa Kalong Liud”.
“Saya berharap program yang dibawa mahasiswa ini dapat berdampak baik bagi masyarakat desa Kalong Liud. Kami selaku perangkat desa juga akan mendukung dan membersamai mahasiswa hingga program ini dapat direalisasikan,” pungkasnya.***













