NARASITODAY.COM – Arab Saudi dan Pakistan secara resmi menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada hari Rabu, menandai penguatan hubungan militer antara dua negara yang memiliki kemampuan nuklir. Langkah ini dinilai strategis, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penandatanganan pakta tersebut terjadi di saat kepercayaan negara-negara Teluk terhadap Amerika Serikat sebagai pelindung keamanan tradisional mereka mulai goyah. Serangan Israel ke Doha, Qatar yang merupakan sekutu Teluk dan lokasi pangkalan militer AS pada 9 September lalu, menewaskan enam orang dan memperkuat urgensi pembentukan sistem pertahanan alternatif.
“Perjanjian ini merupakan puncak dari diskusi bertahun-tahun. Ini bukan respons terhadap negara atau peristiwa tertentu, melainkan pelembagaan kerja sama yang telah terjalin lama dan mendalam antara kedua negara kita,” ujar seorang pejabat senior Arab Saudi kepada Reuters, dikutip Kamis (18/9/2025).
Pakta yang ditandatangani disebut mencakup seluruh aspek militer, termasuk kemungkinan kerja sama dalam perlindungan nuklir.
“Ini adalah perjanjian pertahanan komprehensif yang mencakup semua sarana militer,” ungkap pejabat Arab Saudi lainnya yang tidak disebutkan namanya.
Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa perjanjian ini memperkuat komitmen kedua negara dalam hal pencegahan bersama terhadap ancaman eksternal.
“Setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap keduanya,” demikian bunyi pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Penandatanganan berlangsung di hadapan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Keduanya terlihat berpelukan setelah acara sebagai simbol eratnya hubungan bilateral. Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, turut hadir dalam momen bersejarah tersebut.
Para analis menilai bahwa pakta ini berpotensi mengubah dinamika strategis di kawasan, terutama di tengah konflik Gaza dan serangan lintas batas terhadap Qatar yang membuat negara-negara Teluk semakin waspada terhadap ancaman keamanan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














