
NARASITODAY.COM, INDIA – Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, yang mengancam akan “menjatuhkan setengah dunia” jika negaranya terancam, memicu kecaman dari India dan memperburuk ketegangan antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut.
Ancaman tersebut disampaikan Munir dalam sebuah pertemuan komunitas Pakistan di Tampa, Florida, pada Minggu lalu. Dalam laporan ARY News, Munir menyatakan, “Kami adalah bangsa nuklir; jika kami merasa akan tumbang, kami akan menjatuhkan setengah dunia bersama kami.”
Selain ancaman nuklir, Munir juga memperingatkan akan menghancurkan bendungan yang dibangun India di Sungai Indus. Pernyataan ini muncul setelah India menangguhkan perjanjian pembagian air sungai pada 22 April, menyusul serangan mematikan di Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan sejumlah turis. India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut, meski Islamabad membantah keterlibatan.
Menanggapi pernyataan Munir, mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional India, Pankaj Saran, menyebutnya sebagai tindakan yang “nekat dan berbahaya”.
Dalam wawancaranya dengan Newsweek, Saran mengatakan, “Saya pikir ini adalah keputusan sepihak untuk memamerkan kekuatan militer. Terus terang, dia tidak terdengar seperti seorang jenderal yang menang dia lebih terdengar seperti seseorang yang bermain api dan memiliki dendam pribadi atau masalah mendalam dengan India.”
Saran juga menyoroti lokasi penyampaian pernyataan tersebut, yakni di Amerika Serikat. “Jelas dia merasa cukup percaya diri untuk membuat pernyataan seperti itu saat berada di Amerika Serikat… di negara sahabat seperti AS. Jadi, seberapa besar kebebasan yang dia rasa bisa didapatkan, atau memang sedang diberikan oleh Amerika, dan seberapa besar dukungan diam-diam yang ada, menjadi tanda tanya di India,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Ini tidak perlu, tidak diprovokasi, dan tidak pantas. Tidak ada alasan logis untuk semua ini terjadi. Penting bagi pihak Amerika untuk memahami apa yang dia lakukan, karena jika kita terus di jalur ini, itu tidak akan membantu kepentingan AS di kawasan atau kepentingan India.”***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













