Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto Disorot Media Asing, Dinilai Mengejutkan dan Tidak Menjawab Tuntutan Publik

0
Prabowo Subianto
Pergantian menteri di Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian media asing. Foto : balpos.com

NARASITODAY.COM – Pergantian menteri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan media internasional. Dalam laporan bertajuk “Indonesian president reshuffles Cabinet again in wake of deadly protests”, media Arab News menyebut perombakan kabinet kedua dalam Kabinet Merah Putih sebagai langkah mengejutkan.

“Presiden Indonesia melakukan perombakan kabinet kedua yang mengejutkan pada hari Rabu, hanya seminggu setelah memecat lima menteri menyusul protes anti-pemerintah yang mematikan,” tulis Arab News, dikutip Kamis (18/9/2025).

Protes besar-besaran yang terjadi di Jakarta pada akhir Agustus menjadi pemicu reshuffle ini. Demonstrasi yang dipicu oleh isu tunjangan parlemen, kenaikan biaya hidup, dan ketimpangan sosial berubah menjadi kerusuhan setelah sebuah kendaraan polisi menabrak dan menewaskan seorang kurir berusia 21 tahun.

Baca Juga :  Menyalakan Semangat Ki Hajar Dewantara

“Setidaknya 11 orang tewas dalam protes massal… demonstrasi berubah menjadi kekerasan dan menyebar ke seluruh negeri,” lanjut laporan Arab News.

Dalam reshuffle terbaru, Erick Thohir dipindahkan dari posisi Menteri BUMN ke jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga. Sementara itu, Letjen (Purn) Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Namun, sejumlah aktivis menilai bahwa perubahan ini tidak menjawab tuntutan masyarakat. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut bahwa reshuffle tersebut tidak mencerminkan aspirasi publik.

Baca Juga :  Ketegangan Klaim Durian, Menko Zulhas Tekankan Keaslian Durian Milik Indonesia

“Perombakan ini tak lebih dari sekadar pertukaran pejabat di antara elit politik; ini tidak menyentuh akar permasalahan kebijakan yang diprotes masyarakat,” ujar Hamid dalam wawancara yang dikutip Arab News.

Ia juga menyoroti latar belakang militer Djamari Chaniago sebagai bukti bahwa pemerintah masih mempertahankan pendekatan lama.

“Publik telah menuntut supremasi sipil dan mengembalikan militer ke barak, tetapi pilihan Menko Polhukam mencerminkan paradigma lama,” tambahnya.

Channel News Asia (CNA) turut melaporkan bahwa rencana demonstrasi oleh pengemudi ojek online pada hari yang sama gagal menarik massa besar. Hanya sekitar 100 orang hadir di tengah cuaca mendung di Jakarta.

Baca Juga :  Rudy Susmanto : Prabowo Tinggal di Bogor, Peluang Besar Bagi Pembangunan Kabupaten Bogor

“Rencana unjuk rasa… tampaknya telah gagal, setelah hanya sekitar 100 orang yang hadir,” tulis CNA.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo melantik dua menteri dan sejumlah deputi di Istana Kepresidenan. Erick Thohir belum mengetahui siapa yang akan menggantikannya sebagai Menteri BUMN, sementara Djamari Chaniago disebut sebagai pensiunan jenderal yang pernah menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada 1998–1999.

“Kedua posisi tersebut kosong ketika Prabowo merombak Kabinetnya pada 8 September, menyusul protes mematikan bulan lalu,” ungkap CNA.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com