NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Badai politik kembali mengguncang Sayap Barat Gedung Putih. Presiden Donald Trump secara resmi memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS), Kristi Noem, pada Kamis (5/3/2026). Langkah drastis ini mengakhiri masa jabatan Noem yang penuh gejolak, menjadikannya anggota kabinet pertama yang dicopot pada periode jabatan Trump kali ini.
Kejatuhan Noem tidak terjadi dalam semalam. Sosok yang dikenal dengan retorika tajam terhadap imigran di media sosial ini terjerat dalam jaring kontroversi mulai dari kebijakan imigrasi yang berdarah, dugaan skandal asmara, hingga penggunaan anggaran negara yang fantastis untuk citra pribadi.
Pencapaian di Balik Pemecatan
Tak lama setelah mengetuk palu pemecatan, Trump segera mengumumkan Senator Oklahoma, Markwayne Mullin, sebagai pengganti Noem. Melalui platform andalannya, X (sebelumnya Twitter), Trump membungkus perombakan ini sebagai sebuah kemenangan strategis bagi keamanan nasional.
“Kami telah membuat pencapaian bersejarah di Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk membuat Amerika aman kembali,” tulis Trump sebagaimana diberitakan Reuters.
Lampu sorot negatif mulai mengarah tajam ke arah Noem saat ia meluncurkan kampanye iklan departemen senilai US$220 juta (sekitar Rp3,7 triliun). Alih-alih mengedukasi publik, iklan tersebut dikritik habis-habisan karena lebih banyak menampilkan wajah Noem secara dominan, yang dituding sebagai langkah kampanye pribadi menggunakan uang pajak.
Namun, beban Noem kian berat saat kehidupan pribadinya terseret ke ruang publik. Ia dituduh terlibat skandal asmara dengan ajudan utamanya, Corey Lewandowski, di mana keduanya diketahui telah memiliki pasangan sah.
Di koridor legislatif, Noem pun terjepit. Dalam sidang Kongres pekan ini, Demokrat dan sejumlah rekan separtainya di Republik menghujani Noem dengan kritik tajam atas pendekatannya yang dianggap terlalu agresif dan tidak manusiawi dalam penegakan hukum imigrasi.
Tragedi Minneapolis yang Fatal
Puncak dari ketegangan ini adalah insiden berdarah pada Januari lalu, ketika dua warga negara AS tewas ditembak oleh agen imigrasi federal di Minneapolis. Tragedi ini memicu kemarahan publik dan menjadi titik balik bagi posisi Noem di kabinet.
Dua pejabat senior di pemerintahan Trump mengonfirmasi bahwa kombinasi dari penembakan fatal, kontrak iklan jumbo, serta tuduhan perselingkuhan tersebut menjadi alasan kuat di balik keputusan Trump untuk mendepaknya.
Pemecatan ini seolah membangkitkan ingatan pada masa jabatan pertama Trump (2017-2021), di mana sebanyak 14 anggota kabinet tercatat mengundurkan diri atau dipecat. Kini, dengan Markwayne Mullin di kursi kepemimpinan DHS yang baru, publik menunggu apakah stabilitas keamanan yang dijanjikan Trump benar-benar akan terwujud atau justru memicu babak baru ketegangan di perbatasan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














