NARASITODAY.COM, MANILA – Pemerintah Filipina mengambil langkah darurat dengan menghentikan seluruh kegiatan kerja dan belajar di Metro Manila serta sebagian besar wilayah negara pada Senin (22/9/2025), menyusul ancaman serius dari Topan Super Ragasa yang mendekati wilayah utara Luzon.
Topan Ragasa diperkirakan membawa angin sangat kencang dan hujan deras yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Badan meteorologi Filipina telah menaikkan status peringatan topan ke level tertinggi untuk Kepulauan Babuyan, wilayah terpencil yang diprediksi akan menjadi titik awal dampak langsung topan tersebut.
Warga di daerah pesisir dan dataran rendah diminta segera mengungsi sebagai langkah antisipatif terhadap gelombang tinggi dan potensi banjir. Ragasa tercatat memiliki kecepatan angin berkelanjutan hingga 205 km/jam, dengan hembusan mencapai 250 km/jam.
Topan diperkirakan akan menyentuh atau melintasi Kepulauan Babuyan sekitar tengah hari sebelum bergerak melintasi Selat Luzon. Meskipun tidak langsung menghantam Taiwan, sabuk hujan terluar dari Ragasa diprediksi akan membawa curah hujan tinggi ke wilayah pantai timur Taiwan yang jarang berpenghuni.
Otoritas Taiwan telah mengeluarkan peringatan darat dan laut serta membatalkan sejumlah penerbangan menuju kota-kota di bagian timur, termasuk Taitung dan Hualien.
Setelah melewati Taiwan, Ragasa diperkirakan akan bergerak menuju Hong Kong dan pantai selatan China. Kota keuangan tersebut telah mengimbau warganya untuk bersiap menghadapi “salah satu topan terkuat dalam beberapa tahun terakhir” dan tengah mempertimbangkan penutupan bandara selama 36 jam, menurut laporan Bloomberg News.
Sementara itu, ahli cuaca Filipina memperingatkan potensi terjadinya pemadaman listrik secara luas, tanah longsor, serta kondisi laut yang berbahaya ketika sabuk hujan mulai menghantam wilayah utara Luzon.
Sebagai langkah pengamanan, sejumlah maskapai telah membatalkan lebih dari selusin penerbangan domestik, terutama yang melayani rute di Luzon. Layanan feri di berbagai pelabuhan juga dihentikan sementara.***
Editor : Alysa














