Serangan Siber Ganggu Operasional Bandara Eropa, Sistem Check-In Lumpuh Sejak Jumat

0
Bandara Eropa Lumpuh Akibat Serangan Siber. Foto : beritaborneo.com

NARASITODAY.COM – Sejumlah bandara besar di Eropa masih berupaya memulihkan layanan operasional menyusul serangan siber yang melumpuhkan sistem check-in otomatis sejak Jumat (19/9/2025).

Serangan tersebut menargetkan Collins Aerospace, penyedia sistem milik RTX, dan berdampak langsung pada Bandara Heathrow London, Berlin Brandenburg, serta Brussels.

Bandara Brussels menjadi salah satu yang paling terdampak, hingga meminta maskapai untuk membatalkan separuh jadwal keberangkatan pada Senin (22/9/2025) guna menghindari antrean panjang dan pembatalan mendadak.

“Collins Aerospace belum mengirimkan versi perangkat lunak terbaru yang aman yang diperlukan untuk memulihkan fungsionalitas penuh,” ujar juru bicara Bandara Brussels, dikutip dari Reuters.

Baca Juga :  DPC PDIP Kabupaten Bogor Cabut Gugatan, Jaro Ade Dorong Kerjasama Membangun Bogor

Data menunjukkan bahwa pada Sabtu, 25 dari 234 penerbangan di Brussels dibatalkan, dan jumlah itu meningkat menjadi 50 dari 257 penerbangan pada Minggu. Meski demikian, sebagian penumpang mengaku tidak terlalu terdampak.

“Bagi saya, semuanya berjalan seperti biasa. Tapi mereka yang tidak check-in online atau menitipkan bagasi harus menunggu lebih lama,” kata salah satu penumpang.

Bandara Berlin Brandenburg juga melaporkan masih adanya gangguan teknis, namun telah menerapkan solusi manual untuk mengatasi kendala.

Baca Juga :  Rencana Pasukan Multinasional Eropa dan AS Bikin Ukraina Semakin Dekat ke Bergabung EU

“Terkadang terdapat waktu tunggu lebih lama saat check-in, boarding, dan pengambilan bagasi. Namun keterlambatan keberangkatan hari ini sesuai dengan hari operasional normal,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Bandara Heathrow menyatakan proses pemulihan terus berlangsung. Berdasarkan data dari Cirium, tingkat gangguan di Heathrow tergolong rendah, Berlin sedang, dan Brussels paling signifikan.

“Sebagian besar penerbangan tetap beroperasi,” kata perwakilan bandara.

RTX sebagai induk perusahaan Collins Aerospace menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya memperbaiki sistem secepat mungkin. Dalam pernyataan pada Sabtu, perusahaan menyebut bahwa “gangguan dapat diatasi dengan proses check-in manual,” meski belum memberikan kepastian waktu pemulihan penuh.

Baca Juga :  Dibayangi Tsunami Krisis Energi, Eropa Hadapi Ancaman Resesi dan Gempa Politik

Regulator regional kini tengah menyelidiki sumber serangan siber tersebut. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian serangan digital yang sebelumnya telah melumpuhkan berbagai sektor di Eropa, termasuk industri kesehatan, otomotif, dan ritel.

Sebelumnya, Jaguar Land Rover sempat menghentikan produksi akibat serangan serupa, sementara Marks & Spencer mengalami kerugian hingga ratusan juta poundsterling.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber