Angkatan Laut AS Tegaskan Uji Rudal Bukan Alat Politik, Fokus Keandalan Sistem Senjata

0
rudal
Ilustrasi Rudal balistik. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kapabilitas militernya dengan menggelar uji coba empat rudal balistik berkemampuan nuklir dari kapal selam di Samudra Atlantik. Uji coba ini berlangsung antara 17 hingga 21 September 2025, hanya beberapa hari setelah China memamerkan sistem senjata serupa dalam parade militernya.

Angkatan Laut AS menggunakan kapal selam balistik kelas Ohio untuk meluncurkan rudal Trident II D5 Life Extension (D5LE) tanpa hulu ledak. Rudal tersebut memiliki jangkauan lebih dari 12.000 kilometer dan masing-masing mampu membawa hingga delapan hulu ledak nuklir.

Menurut Program Sistem Strategis Angkatan Laut, rudal-rudal tersebut mendarat di area luas Samudra Atlantik setelah diluncurkan dari perairan timur Florida. Peringatan navigasi sebelum peluncuran menunjukkan bahwa lintasan rudal bisa mencapai wilayah dekat barat daya Afrika.

Baca Juga :  Amnesty International Ungkap Hukuman Mati dan Rezim Ketat terhadap Warga Korea Utara yang Menonton Media Asing

Sebelum pengumuman resmi pada Selasa, sejumlah video viral di media sosial memperlihatkan cahaya terang di langit Puerto Riko. Angkatan Laut mengonfirmasi bahwa salah satu peluncuran pada Minggu malam “menerangi langit malam dan terlihat jelas dari Puerto Riko.”

Meski peluncuran ini terjadi tak lama setelah demonstrasi militer China, Angkatan Laut AS menegaskan bahwa uji coba tersebut tidak berkaitan dengan dinamika geopolitik tertentu. “Tes ini dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dan memastikan keandalan serta akurasi sistem senjata,” demikian pernyataan Program Sistem Strategis, dikutip dari Newsweek.

Uji coba ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan kekuatan nuklir global. Data dari Stockholm International Peace Research Institute menunjukkan bahwa AS memiliki 5.177 hulu ledak nuklir, sementara China memiliki sekitar 600, dengan proyeksi lebih dari 1.000 pada tahun 2030.

Baca Juga :  Utang Amerika Serikat Melonjak, Beban Bunga Tembus Ratusan Miliar Dolar

Awal bulan ini, China memperkenalkan lima jenis rudal baru, termasuk JL-3 yang dapat diluncurkan dari kapal selam dan memiliki jangkauan lebih dari 10.000 kilometer. Rudal ini diyakini mampu menjangkau daratan utama AS dari perairan pantai China.

Sistem JL-3 dan kapal selam peluncurnya menjadi bagian dari modernisasi kekuatan nuklir China, yang menyerupai struktur nuclear triad milik AS terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis darat, pesawat pembom berkemampuan nuklir, dan rudal balistik kapal selam (SLBM). Pentagon menyebut ketiganya sebagai elemen utama dalam strategi pencegahan AS.

Meski tidak disebutkan secara spesifik kapal selam yang digunakan, Angkatan Laut AS diketahui mengoperasikan 14 kapal selam balistik kelas Ohio, enam di antaranya berbasis di Pantai Timur dengan pelabuhan utama di Georgia.

Baca Juga :  Rusia Luncurkan Serangan Drone dan Rudal Skala Besar ke Kyiv dan Kharkiv di Tengah Pembicaraan Damai

Setiap kapal mampu membawa hingga 20 rudal Trident II D5, yang pertama kali dikembangkan pada 1980-an dan dimodernisasi pada 2017 untuk digunakan hingga dekade 2040-an.

Wakil Laksamana Johnny R. Wolfe, Direktur Program Sistem Strategis Angkatan Laut AS, menekankan pentingnya peluncuran ini.

“Sistem rudal balistik kapal selam bangsa kita telah menjadi komponen penting keamanan nasional sejak 1960-an, dan peluncuran ini kembali menunjukkan kredibilitas serta keandalan kemampuan pencegahan strategis kita,” ujarnya.

Dalam siaran persnya, Program Sistem Strategis menambahkan, “Pencegahan strategis yang kredibel dan efektif adalah hal esensial bagi keamanan nasional dan sekutu-sekutu AS. Kapabilitas senjata strategis AS memberikan efek pencegahan unik yang tidak dapat digantikan elemen kekuatan militer lainnya.” ***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com