Indonesia dan UEA Sepakati Hibah Pusat Riset Mangrove di Bali, Diplomasi Hijau Makin Menguat

0
UEA
Lewat hibah strategis dari UEA, Indonesia memperkuat perannya dalam diplomasi lingkungan global. Foto : (Dok Kemenko Pangan)

NARASITODAY.COM, NEW YORK — Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat posisi mereka dalam diplomasi lingkungan global melalui penandatanganan perjanjian hibah untuk pembangunan International Mangrove Research Center (IMRC) di Bali.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan bilateral di New York, dengan penandatanganan dilakukan secara sirkular oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Razan Khalifa Al Mubarak, pendiri sekaligus direktur Mohamed Bin Zayed Species Conservation Fund.

Baca Juga :  Drone Picu Kebakaran Dekat Bandara Dubai, Operasional Ditangguhkan

Bagi Indonesia, hibah ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan pengakuan atas peran strategisnya dalam isu iklim global. Bali pun diproyeksikan menjadi pusat riset internasional di bidang konservasi mangrove.

“Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia. Mangrove bukan hanya soal pohon dan ekosistem, melainkan juga tentang masa depan anak cucu kita. Dengan dukungan ini, Indonesia dan UEA menunjukkan bahwa kemitraan dapat menghadirkan solusi nyata bagi bumi,” ujar Zulkifli Hasan, dikutip Kamis (25/9/2025).

Baca Juga :  Nadine Chandrawinata Ajarkan Budaya Tradisional dengan Cerita Kain Batik ke Anak-Anaknya

Dana hibah berasal dari lembaga pemerintah UEA yang fokus pada pendanaan proyek kemanusiaan dan kepentingan publik, termasuk pelestarian lingkungan. Dukungan ini akan memperkuat fasilitas riset yang telah ada di Bali, menjadikannya pusat inovasi ilmiah, tempat berbagi pengetahuan, serta laboratorium hidup untuk model konservasi dan restorasi mangrove yang dapat diterapkan secara global.

“Kerja sama ini adalah wujud solidaritas dan komitmen nyata. Kita tidak hanya menyepakati perjanjian, tetapi menanam investasi untuk masa depan bumi ini,” tegas Zulhas.

Baca Juga :  Rancangan Kesepakatan Nuklir AS-Arab Saudi Dinilai Lebih Longgar dan Berpotensi Risiko Proliferasi

Langkah ini menempatkan Bali tidak hanya sebagai destinasi wisata internasional, tetapi juga sebagai simbol diplomasi hijau Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga menyepakati kerja sama baru di bidang pelestarian alam dan aksi iklim, yang rencananya akan diumumkan secara resmi pada Konferensi Perubahan Iklim COP 30 di Brasil.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com