Israel Gempur Sanaa, Ketegangan di Timur Tengah Meningkat Tajam

0
Timur Tengah
Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Sanaa, Yaman, Kamis (25/9/2025). Foto : youtube.com

NARASITODAY.COM, SANAASituasi di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Yaman, Sanaa, pada Kamis (25/9/2025).

Menurut laporan TV Al Masirah, asap tebal terlihat membubung di atas kota, sementara otoritas lokal menyebutkan bahwa puluhan warga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Juru bicara militer Israel membenarkan operasi tersebut, menyatakan bahwa puluhan pesawat tempur dan unit pendukung udara telah dikerahkan untuk menyerang apa yang disebut sebagai “markas komando Staf Umum Houthi” serta fasilitas militer dan intelijen milik kelompok tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa serangan tersebut berhasil menewaskan “puluhan militan teroris Houthi”. Namun, media yang berafiliasi dengan Houthi memberikan versi berbeda, menyebutkan bahwa hanya dua orang tewas dan 48 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Iran Melancarkan Serangan Balasan ke Basis AS dan Israel usai Respons Agresif ke Serangan AS-Israel

Serangan ini terjadi bersamaan dengan pidato televisi pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, yang mengecam keras tindakan Israel terhadap Palestina. Dalam pidatonya, ia menyebut serangan Israel sebagai bentuk “agresi brutal dan genosida” terhadap warga Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

“Pekan ini Amerika Serikat menggunakan hak veto di Dewan Keamanan untuk menggagalkan resolusi gencatan senjata dan pencabutan blokade Israel. Sikap itu hanya semakin memberanikan Israel melanjutkan kejahatannya,” ujar al-Houthi.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap faksi-faksi Palestina yang menurutnya telah melakukan “operasi heroik” melawan pasukan Israel “meski dengan sarana yang sangat terbatas”.

Baca Juga :  Kekaisaran Ottoman: Sebuah Kisah Kemegahan yang Terhampar Selama Enam Abad

Dalam pernyataan resmi militer Israel, disebutkan bahwa target lain dalam serangan tersebut mencakup markas “departemen propaganda militer” serta kamp militer yang digunakan untuk menyimpan persenjataan. Israel menyebut serangan ini sebagai respons atas serangan drone dan rudal yang diluncurkan Houthi ke wilayahnya.

Sehari sebelum serangan ke Sanaa, kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone ke sebuah hotel di pelabuhan Eilat, Israel. Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Israel meluncurkan 12 serangan ke pelabuhan strategis Hodeidah di Yaman.

Warga Sanaa yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa serangan udara Israel kali ini menghantam wilayah selatan dan barat kota. Serangan udara Israel di Yaman diketahui sering menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, dengan infrastruktur sipil seperti perumahan dan bandara internasional menjadi sasaran.

Baca Juga :  Hangatkan Malam Ramadan dengan Resep Sahlab Khas Timur Tengah

Awal bulan ini, serangan Israel di Sanaa dan provinsi al-Jawf dilaporkan menewaskan lebih dari 40 orang, termasuk jurnalis dan anak-anak.

Sejak dimulainya operasi militer Israel di Gaza pada Oktober 2023, kelompok Houthi secara konsisten melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Mereka menyatakan akan menghentikan aksi tersebut hanya jika tercapai gencatan senjata permanen. Selain itu, Houthi juga menargetkan kapal dagang di Laut Merah.

Serangan Houthi terhadap jalur pelayaran internasional telah memicu respons militer dari Amerika Serikat dan Inggris, yang khawatir terhadap dampaknya terhadap arus perdagangan global.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com