Wajib Explore! 5 Tempat Wisata Banyuwangi yang Harus Kamu Kunjungi

0
wisata
Ilustrasi Taman Nasional Alas Purwo. Foto : banyuwangikab.go.id

NARASITODAY.COM –  Kabupaten Banyuwangi kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Julukan “The Sunrise of Java” bukan tanpa alasan, karena wilayah ini merupakan tempat pertama di Pulau Jawa yang disinari matahari terbit setiap harinya.

Dengan kekayaan alam, budaya, serta potensi wisata yang melimpah, Banyuwangi menawarkan pengalaman berlibur yang lengkap mulai dari petualangan alam ekstrem hingga wisata budaya yang menenangkan hati.

Jika kamu berencana untuk menjelajahi keindahan ujung timur Pulau Jawa, berikut lima tempat wisata paling ikonik di Banyuwangi yang wajib kamu kunjungi setidaknya sekali seumur hidup.

1. Kawah Ijen 

 Kawah Ijen 
Ilustrasi Kawah Ijen. Foto : Istock

Kawah Ijen merupakan destinasi utama dan kebanggaan Banyuwangi. Gunung yang memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut ini dikenal karena fenomena blue fire atau api biru yang hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu di Islandia dan Banyuwangi. Fenomena langka ini hanya dapat disaksikan pada dini hari antara pukul 01.00 hingga 04.00 pagi.

Pendakian menuju puncak Kawah Ijen memakan waktu sekitar dua jam dengan medan yang menanjak, namun panorama yang disuguhkan sangat memukau. Di puncak, pengunjung akan disambut oleh danau belerang berwarna toska yang menakjubkan, berpadu dengan pemandangan langit pagi yang cerah.

Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga menjadi lokasi kerja para penambang belerang tradisional menampilkan sisi lain dari kehidupan keras di balik keindahan alam Banyuwangi.

Baca Juga :  Jangan Sampai Ketinggalan! 5 Tempat Wisata Terbaik di Krakow yang Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan

2. Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah
Ilustrasi Pantai Pulau Merah. Foto : yukbanyuwangi.co.id

Berada di Kecamatan Pesanggaran, Pantai Pulau Merah terkenal dengan pasir putih kemerahan dan pemandangan bukit kecil yang menjorok ke laut. Warna pasir yang unik itulah yang memberi nama “Pulau Merah”.

Selain menjadi spot bersantai dan menikmati sunset yang romantis, pantai ini juga dikenal sebagai lokasi surfing kelas dunia. Ombaknya yang mencapai 3–5 meter menjadikan tempat ini favorit bagi peselancar lokal maupun mancanegara.

Di sore hari, suasana di sekitar pantai terasa semakin magis suara ombak yang berirama berpadu dengan cahaya jingga matahari yang perlahan tenggelam. Pengunjung juga dapat menikmati kuliner laut segar di warung-warung sekitar, atau sekadar berfoto di tepi pantai yang menawan.

3. Taman Nasional Alas Purwo 

Taman Nasional Alas Purwo 
Ilustrasi Taman Nasional Alas Purwo. Foto : banyuwangikab.go.id

Bagi pecinta petualangan alam, Taman Nasional Alas Purwo adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Taman nasional ini memiliki luas lebih dari 43 ribu hektare dan menjadi salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Nama “Alas Purwo” sendiri berarti “hutan pertama”, karena masyarakat setempat meyakini kawasan ini adalah daratan pertama yang muncul di Pulau Jawa.

Di dalamnya terdapat Savana Sadengan, yang dijuluki “Afrika-nya Banyuwangi”. Dari menara pandang, wisatawan bisa menyaksikan banteng, kijang, dan burung merak yang hidup bebas di alam liar. Tak jauh dari savana, terdapat Pantai Plengkung (G-Land) — salah satu spot selancar terbaik di dunia yang menjadi langganan peselancar profesional internasional.

Baca Juga :  Eksplorasi 5 Wisata Alam Argentina Terbaik 2026, Pemandangannya Dijamin Bikin Terkagum

Selain pesona alam, Alas Purwo juga menyimpan nilai spiritual yang kuat. Banyak orang datang untuk bersemedi di sejumlah goa seperti Goa Istana, Goa Padepokan, dan Goa Mayangkoro. Aura mistis dan ketenangan di dalam hutan membuat pengalaman berkunjung ke Alas Purwo terasa berbeda dan penuh makna.

4. Pantai Teluk Hijau (Green Bay)

Pantai Teluk Hijau (Green Bay)
lustrasi Pantai Teluk Hijau (Green Bay).Foto : yukbanyuwangi.co.id

Teluk Hijau, atau dikenal juga dengan nama Green Bay, terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus melakukan perjalanan darat sejauh sekitar 90 menit dari pusat kota Banyuwangi, kemudian trekking sekitar 20–30 menit menuruni hutan tropis. Meski jalannya cukup menantang, pemandangan yang disuguhkan benar-benar sepadan.

Air laut di Teluk Hijau tampak berwarna hijau zamrud karena pantulan cahaya dari dasar laut yang berpasir putih halus dan dikelilingi tebing batu hijau rimbun pepohonan. Suara ombak yang lembut dan udara segar membuat tempat ini sempurna untuk melepas lelah dan menyegarkan pikiran. Bagi pecinta fotografi, setiap sudut Teluk Hijau menawarkan pemandangan yang layak diabadikan.

5. Desa Wisata Osing Kemiren 

Desa Wisata Osing Kemiren 
Ilustrasi Desa Wisata Osing Kemiren. Foto : ringtimes.id

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Banyuwangi tanpa mengenal budaya lokalnya. Desa Wisata Osing Kemiren, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota, adalah rumah bagi masyarakat Suku Osing, penduduk asli Banyuwangi. Di sini, wisatawan dapat menyaksikan langsung kehidupan tradisional masyarakat Osing yang masih mempertahankan adat istiadat leluhur mereka.

Baca Juga :  Resep Mie Korea Super Pedas yang Nampol untuk Pecinta Pedas, Mudah Dibuat di Rumah

Mulai dari arsitektur rumah adat dengan atap ilalang, hingga pertunjukan gandrung tari khas Banyuwangi yang memikat semua tersaji dengan nuansa budaya yang kental. Wisatawan juga bisa mencicipi kuliner khas seperti pecel pitik, hidangan ayam bakar dengan bumbu kelapa pedas yang selalu disajikan pada acara adat.

Desa Kemiren juga menjadi tempat penyelenggaraan Festival Kuwung dan Ritual Barong Ider Bumi, sebuah tradisi tahunan untuk menolak bala dan menjaga keseimbangan alam. Mengunjungi desa ini bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman spiritual dan budaya yang mendalam.

Menikmati Pesona Banyuwangi

Keindahan Banyuwangi tidak hanya terletak pada pesona alamnya, tetapi juga keramahan masyarakatnya yang membuat setiap wisatawan merasa seperti di rumah sendiri. Pemerintah daerah pun terus mengembangkan infrastruktur pariwisata dengan konsep eco-tourism agar keindahan alam tetap lestari.

Mulai dari peningkatan akses jalan menuju lokasi wisata, hingga promosi internasional seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Tour de Ijen, semua menunjukkan keseriusan Banyuwangi dalam memperkenalkan diri sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Bagi kamu yang mencari destinasi dengan perpaduan keindahan alam, budaya otentik, dan pengalaman tak terlupakan, Banyuwangi adalah jawabannya. Dari puncak Kawah Ijen hingga hangatnya budaya Osing, setiap sudut Banyuwangi menyimpan cerita yang siap kamu jelajahi.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com