Rokok, Vape, dan Nicotine Pouch Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2, Ini Penjelasannya

0
(freepik.com/freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Lebih dari 11 persen populasi dunia hidup dengan diabetes, dan sekitar 90 persen di antaranya menderita diabetes tipe 2 — jenis diabetes yang paling umum terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan gaya hidup. Kini, penelitian terbaru kembali menyoroti satu kebiasaan yang sering diremehkan namun punya dampak besar: merokok.

Dalam forum tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD), para peneliti memaparkan temuan bahwa rokok bukan hanya merusak paru-paru dan jantung, tapi juga secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2, bahkan pada empat subtipe penyakit ini yang sudah diidentifikasi.

Perokok Berat Berisiko Paling Tinggi

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 3.000 pasien diabetes tipe 2 dan hampir 4.000 orang tanpa diabetes sebagai kelompok pembanding. Hasilnya menunjukkan, baik perokok aktif maupun mantan perokok memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang tidak pernah merokok.

Baca Juga :  KURI Parung Resmi Beroperasi, Bupati Bogor Tekankan Pelayanan Kesehatan Merata

Rinciannya, risiko meningkat pada semua subtipe diabetes tipe 2:

  • SIRD (resistansi insulin berat): risiko meningkat dua kali lipat.
  • SIDD (kekurangan insulin berat): naik 20 persen.
  • MARD (diabetes ringan terkait usia): naik 27 persen.
  • MOD (diabetes ringan terkait obesitas): naik 29 persen.

Bagi perokok berat — mereka yang mengonsumsi sekitar 20 batang per hari selama 15 tahun — angkanya jauh lebih tinggi: risiko SIRD meningkat 2,35 kali lipat, sementara risiko tiga subtipe lainnya naik antara 45 hingga 57 persen.

Para peneliti menilai, nikotin dalam rokok berperan besar dalam mengganggu respons tubuh terhadap insulin, terutama pada kelompok SIRD yang ditandai dengan resistansi insulin tinggi.

Baca Juga :  Waspadai! 10 Penyebab Rambut Rontok Yang Umum Terjadi Pada Wanita di Usia Muda

Tak Hanya Rokok, Vape dan Nicotine Pouch Juga Berisiko

Produk tembakau tanpa asap seperti snus, serta produk modern seperti vape dan nicotine pouch, kini banyak dipilih karena dianggap lebih “aman”. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hal sebaliknya.

Pengguna snus, misalnya, memiliki risiko:

  • 19 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe SIDD.
  • 13 persen lebih tinggi untuk tipe SIRD.

Meskipun tidak melalui proses pembakaran, produk ini tetap mengandung kadar nikotin tinggi yang dapat memicu resistansi insulin. Artinya, nikotin itu sendiri — bukan hanya asap rokok — yang menjadi pemicu utama risiko diabetes tipe 2.

Dengan tren meningkatnya penggunaan vape dan nicotine pouch di kalangan muda, temuan ini menjadi peringatan penting bahwa “bebas asap” bukan berarti “bebas risiko”.

Baca Juga :  9 Manfaat Bengkoang untuk Kesehatan Tubuh: Rahasia Alami yang Perlu Kamu Tahu

Mitos: Merokok Bantu Kendalikan Berat Badan

Sebagian orang masih beranggapan bahwa merokok bisa membantu menurunkan berat badan dan mencegah diabetes. Namun, fakta ilmiah menunjukkan sebaliknya. Merokok justru meningkatkan risiko resistansi insulin dan memperburuk kontrol gula darah.

Para ahli menekankan, langkah paling efektif dalam mencegah diabetes tipe 2 adalah dengan menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, tidur cukup, dan tentu saja — berhenti merokok dalam bentuk apa pun.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah, kini jelas bahwa baik rokok, vape, maupun nicotine pouch tidak bisa dianggap aman. Semuanya berpotensi merusak sistem metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dalam jangka panjang. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com