Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Anggaran Pengadaan Mobil Maung Siap Digunakan Tahun Depan

0
Menteri Keuangan
Ilustrasi Mobil Maung. Foto : mashable.com

NARASITODAY.COM – Rencana pengadaan kendaraan dinas Maung untuk jajaran Kabinet Merah Putih harus ditunda. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa meskipun anggaran telah disiapkan, keterbatasan kapasitas produksi PT Pindad (Persero) membuat realisasi pembelian belum bisa dilakukan tahun ini.

“Yang jelas tahun ini kan sebenarnya kita udah anggarkan untuk mobil Maung-Maung ya, yang banyak itu. Cuma kapasitas produksinya belum cukup untuk melayani desain yang diminta,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga :   Tarif Listrik Tetap di Triwulan IV 2025, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Dana yang telah dialokasikan pun akhirnya disimpan untuk digunakan tahun depan. Padahal, jika rencana pengadaan Maung terealisasi, negara berpotensi menghemat anggaran hingga Rp109,18 miliar.

Perhitungan ini didasarkan pada perbandingan harga antara 103 unit Maung senilai Rp600 juta per unit dan 103 unit Alphard 2.5 HEV Premium Color yang dibanderol Rp1,66 miliar per unit.

Jumlah 103 kendaraan tersebut mencakup 48 menteri dan 55 wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Jika menggunakan Maung, total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp61,8 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp170,98 miliar untuk pengadaan Alphard.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun di Jalur Ciawi–Sukabumi Libatkan Dua Mobil dan Satu Truk

Kendaraan Taktis dengan Fitur Keamanan Tinggi Maung bukan satu-satunya kendaraan yang dikembangkan oleh Pindad. Untuk Presiden dan Wakil Presiden, Pindad merancang MV3 Garuda Limousine kendaraan eksklusif berwarna putih dengan desain maskulin dan proteksi tinggi. Mobil ini memiliki bobot 2,95 ton, panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter, serta dilengkapi mesin 202 PS/199 HP dan transmisi otomatis 8 percepatan.

Baca Juga :  Pemdes Kalongliud Realisasikan Betonisasi Jalan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu

Sebagai produsen alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam), Pindad menempatkan fitur proteksi sebagai prioritas utama. Kendaraan-kendaraan produksinya dibekali bodi berbahan composite armor yang tahan terhadap peluru kaliber 7,62 x 51 mm NATO ball dan 5,56 x 45 mm M193. Kaca anti peluru level B5/B6 dan ban tipe Run Flat Tyre (RFT) ukuran R21 memungkinkan kendaraan tetap melaju meski mengalami kebocoran.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com