Pencurian Fantastis Rp 1,69 Triliun Terjadi di Museum Louvre, Sistem Keamanan Dipertanyakan

0
Museum Louvre
Ilustrasi Museum Louvre di Paris. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PARIS – Sistem keamanan museum-museum di Prancis kembali dipertanyakan setelah insiden pencurian besar terjadi di Museum Louvre. Delapan perhiasan bernilai fantastis, sekitar Rp 1,69 triliun, berhasil digondol pencuri. Peristiwa ini bukanlah yang pertama, sebab dalam dua bulan terakhir, empat museum di Prancis telah menjadi sasaran aksi serupa.

Kejadian yang berlangsung pada 19 Oktober tersebut mengejutkan dunia seni dan budaya global. Empat pelaku bertopeng menggunakan derek untuk menghancurkan jendela lantai dua Louvre saat museum masih menerima pengunjung. Mereka kemudian mencuri delapan perhiasan mewah senilai US$ 102 juta dan kabur dengan sepeda motor.

Baca Juga :  Israel Tutup Semua Tempat Suci Kota Tua Yerusalem Demi Keamanan

Insiden ini memicu kehebohan nasional dan rasa malu bagi Prancis, yang selama ini dikenal memiliki sistem perlindungan ketat terhadap aset budaya. Sebagai langkah pengamanan, pada Jumat (25/10/2025), pihak Museum Louvre memindahkan sejumlah koleksi perhiasan paling bernilai ke Bank of France.

Pemindahan tersebut dilakukan secara diam-diam dari Galerie d’Apollon ruang yang menyimpan permata mahkota Prancis dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Bank of France sendiri menyimpan cadangan emas nasional di ruang bawah tanah sedalam 27 meter, hanya berjarak 500 meter dari Louvre, di tepi kanan Sungai Seine.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Pantau Langsung Pelaksanaan Program di Babakan Madang, Sekaligus Serahkan Bantuan Sosial

Dalam sidang di Senat Prancis, Direktur Museum Louvre, Laurence des Cars, mengakui adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan. “Kamera keamanan tidak mampu mendeteksi kedatangan para pencuri,” ungkapnya.

Pencurian di Louvre hanyalah satu dari rangkaian insiden yang menimpa institusi budaya Prancis. Sejak Agustus 2025, setidaknya empat museum telah melaporkan kasus pencurian.

Baca Juga :  5 Keuntungan Mengkonsumsi Putih Telur untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

Salah satu kasus menonjol terjadi pada September 2025, ketika kejaksaan Paris mendakwa seorang perempuan asal China atas pencurian enam bongkahan emas dari Museum of Natural History.

Nilai emas tersebut mencapai US$ 1,75 juta atau sekitar Rp 28,95 triliun. Ia ditangkap di Barcelona saat berusaha menjual emas yang telah dilebur. Peristiwa ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan museum di seluruh Prancis.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber