Diklaim Siap Minum, Bolehkah Air Mineral Direbus? Begini Penjelasannya

0
ilustrasi (freepik)

NARASITODAY.CO, JAKARTA – Air mineral dalam kemasan (AMDK) sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Praktis, mudah didapat, dan dianggap lebih aman dibanding air isi ulang atau air keran. Namun, di tengah kebiasaan serba instan, masih banyak orang yang memilih untuk memanaskan atau bahkan merebus air mineral sebelum diminum.

Alasannya beragam—mulai dari ingin memastikan kebersihan, menikmati sensasi air hangat, hingga sekadar kebiasaan. Tapi muncul pertanyaan penting: apakah air mineral yang diklaim siap minum ini memang perlu direbus? Dan, apakah proses pemanasan bisa memengaruhi kualitasnya?

Sudah Melalui Proses Sterilisasi

Sebelum sampai ke tangan konsumen, air mineral kemasan telah melalui serangkaian proses penyaringan dan sterilisasi ketat. Tujuannya memastikan tidak ada mikroorganisme patogen, logam berat, atau bahan kimia berbahaya yang tertinggal di dalam air.
Artinya, AMDK sebenarnya sudah aman diminum langsung tanpa perlu direbus lagi. Inilah yang membedakannya dari air keran atau air sumur yang masih perlu dimasak untuk memastikan kebersihannya.

Baca Juga :  5 Larangan Penting Agar Kondisi Demam Berdarah Tak Semakin Parah

Meski begitu, sebagian orang tetap memilih memanaskan air mineral demi kenyamanan. Tindakan ini memang tidak berbahaya, tetapi ternyata bisa menimbulkan sedikit perubahan pada kandungan mineral alami di dalamnya.

Apa yang Terjadi Saat Air Mineral Dihangatkan?

Penelitian dalam Water Journal tahun 2025 menyebut, proses pemanasan dapat menurunkan kadar mineral seperti kalsium dan magnesium. Suhu tinggi membuat gas karbon dioksida (CO₂) dalam air lepas, dan sebagian mineral bereaksi menjadi endapan kalsium karbonat—yang sering terlihat sebagai kerak putih di dasar teko air.

Dari sisi nutrisi, perubahan ini tergolong sangat kecil dan tidak mengubah manfaat air secara signifikan. Tubuh masih bisa memenuhi kebutuhan mineral dari sumber makanan lain seperti sayuran, susu, dan kacang-kacangan.

Baca Juga :  Sea Moss, 5 Manfaat Hebatnya untuk Diet dan Kesehatan Tubuh

Selain itu, pemanasan juga dapat membuat rasa air sedikit berubah. Ion-ion seperti kalsium, magnesium, dan bikarbonat yang memberikan sensasi segar bisa berkurang, membuat air terasa lebih hambar.

Studi lain dalam Environmental Monitoring and Assessment Journal tahun 2021 menambahkan, suhu tinggi dapat mengubah pH air dan sedikit meningkatkan kadar Total Dissolved Solids (TDS). Namun, perubahan ini masih berada dalam batas aman untuk dikonsumsi.

Apakah Aman untuk Diminum?

Selama pemanasan dilakukan dalam durasi wajar—misalnya untuk membuat air hangat atau mendidihkan sekali—kualitas air mineral tetap aman. Yang perlu dihindari justru pemanasan berulang atau terlalu lama, karena bisa mempercepat pengendapan mineral dan mengurangi rasa segar alami air.

Perlu juga memperhatikan wadah pemanas yang digunakan. Pastikan teko atau ketel bersih dan bebas karat agar tidak menimbulkan kontaminasi logam berat.

Baca Juga :  Takjil Favorit Ramadan, 5 Manfaat Kurma untuk Tubuh Sehat

Beberapa hal penting yang perlu diketahui:

  • Air mineral dengan kandungan kalsium dan magnesium tinggi lebih mudah membentuk endapan saat dipanaskan.
  • Endapan putih di dasar wadah bukan tanda air rusak, melainkan reaksi alami dari mineral kalsium karbonat.
  • Tidak perlu merebus air mineral berulang kali karena bisa mempercepat hilangnya mineral alami.

Kesimpulan

Memanaskan air mineral dalam kemasan aman dilakukan selama tidak berlebihan. Proses ini mungkin mengubah sedikit kandungan mineral dan rasa, tetapi tidak mengurangi manfaat maupun keamanannya.

Namun, jika ingin menikmati rasa segar alami dan kandungan mineral yang tetap optimal, sebaiknya air mineral diminum langsung tanpa direbus. AMDK telah melewati proses panjang—dari sumber mata air, penyaringan, hingga pengemasan higienis—sehingga kualitasnya sudah terjamin.

Yang paling penting, simpan air mineral di tempat sejuk dan jauh dari paparan panas agar kesegarannya tetap terjaga (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth