
NARASITODAY.COM, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah merumuskan kebijakan keadilan distribusi pajak dari sektor tambang dan industri. Tujuannya, memastikan masyarakat di sekitar kawasan tambang turut merasakan manfaat ekonomi dari aktivitas di wilayah mereka.
Dedi mengatakan, masyarakat di kawasan tambang dan industri justru sering kali hidup dalam kemiskinan, padahal pajak dipungut dari wilayah tempat mereka tinggal.
“Ternyata di kawasan tambang dan kawasan industri lainnya seringkali masyarakat yang tempat pajak itu dipungut, masyarakatnya miskin. Maka nanti saya membuat formulasi rumusan, misalnya nanti pajak tambangnya dibenerin,” ujar Dedi di Bogor, Senin (3/11/2025).
Pria yang akrab disapa KDM itu menyebut, potensi pajak tambang dari wilayah Rumpin, Cigudeg, dan sekitarnya mencapai lebih dari Rp 100 miliar per tahun. Dari jumlah itu, Rp 25 miliar masuk kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan sisanya menjadi bagian Pemerintah Kabupaten Bogor.
Namun, Dedi menilai angka tersebut masih bisa meningkat hingga lima kali lipat jika penghitungan dilakukan secara digital, bukan manual seperti selama ini.
Penataan tambang ilegal
Dedi juga menyoroti pentingnya penataan tambang ilegal. Menurutnya, jika tambang yang belum berizin dapat dikelola dengan baik, hasil pajaknya bisa digunakan untuk memberikan insentif kepada warga sekitar.
“Kalau pajak tambangnya ternyata yang ilegalnya bisa tertata dan terkelola dengan baik, maka nanti ke depan itu warga sekitar bisa mendapatkan penghasilan tiap bulan dari insentif negara dari pungutan pajak,” katanya.
Dedi menegaskan, kebijakan ini merupakan upaya pemerintah mewujudkan keadilan distribusi pajak di Jawa Barat. Seluruh industri yang beroperasi di wilayah tersebut harus memberikan rasa keadilan bagi lingkungan sekitar.
“Saya lagi merumuskan tentang keadilan distribusi pajak. Seluruh industri yang ada di Jabar itu harus memberikan rasa adil bagi lingkungan, terutama dilakukan oleh saya sebagai penyelenggara negara terhadap masyarakat,” tegasnya.***
Editor : Alysa
Wartawan : Amelia Azizah
Sumber : Timetoday.id













