NARASITODAY.COM, MUMBAI – India mencatat penurunan signifikan dalam impor minyak sawit pada Oktober 2025, mencapai titik terendah dalam lima bulan terakhir. Penurunan ini turut menekan total pembelian sepanjang tahun pemasaran 2024/2025 menjadi yang paling rendah dalam lima tahun terakhir.
Penurunan tersebut dipicu oleh peralihan konsumen ke minyak kedelai, menyusul kenaikan harga minyak sawit yang cukup tajam. Lima pelaku pasar menyebutkan bahwa lonjakan harga membuat minyak sawit kurang kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya.
Sebagai negara pengimpor minyak nabati terbesar di dunia, penurunan permintaan dari India diperkirakan akan meningkatkan stok di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia. Kondisi ini berpotensi menekan harga acuan minyak sawit di Bursa Malaysia.
Data Impor Oktober dan Sepanjang Tahun
Menurut estimasi para pedagang, volume impor minyak sawit India pada Oktober turun sebesar 27,6% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 600.000 ton metrik angka terendah sejak Mei 2025. Sepanjang tahun pemasaran yang berakhir Oktober, total impor minyak sawit India turun 16% menjadi 7,56 juta ton.
“Minyak sawit kehilangan pangsa pasar terhadap minyak kedelai setelah selama beberapa bulan terakhir diperdagangkan pada harga premium dibandingkan minyak nabati lainnya,” ujar Rajesh Patel, Managing Partner di GGN Research, Senin (3/11/2025).
Perkembangan Minyak Nabati Lainnya
- Impor minyak kedelai India pada Oktober juga mengalami penurunan sebesar 17,1%, menjadi 417.000 ton. Namun, secara tahunan, impor soyoil melonjak 61,6% menjadi rekor tertinggi 5,56 juta ton.
- Minyak bunga matahari juga mengalami penurunan impor sebesar 6,4% pada Oktober, menjadi 255.000 ton. Total impor sepanjang tahun turun 17,7% menjadi 2,88 juta ton.
Secara keseluruhan, impor minyak nabati India pada Oktober turun 20,7% menjadi 1,27 juta ton, terutama akibat penurunan tajam pada pembelian minyak sawit. Meski begitu, total impor sepanjang tahun pemasaran 2024/2025 masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,3% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 16 juta ton.
Menurut Sandeep Bajoria, CEO Sunvin Group, penurunan impor pada Oktober disebabkan oleh prediksi para penyuling bahwa permintaan akan menurun setelah berakhirnya musim festival.
India mengimpor minyak sawit terutama dari Indonesia dan Malaysia, sementara minyak kedelai dan bunga matahari berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














