Indonesia Kirim Atlet Muda Berbakat di FEI Jumping World Challenge 2025 Menuju Olimpiade Remaja

0
FEI Jumping World Challenge
Empat rider muda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih, Gadis Kireina Iskandar, Teuku Rifat Harsya, dan Nathanael Gabriel Stevano Menayang tampil gemilang dalam FEI Jumping World Challenge 2025 Seri I dan II di Arthayasa Stable, Depok. Foto : dok.Ist

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Empat atlet berkuda muda Indonesia berpartisipasi dalam ajang FEI Jumping World Challenge 2025 seri I dan II. Kompetisi ini menjadi krusial karena juga berfungsi sebagai kesempatan untuk memperebutkan tiket menuju Olimpiade Remaja tahun depan.

Ajang kualifikasi ini diselenggarakan di Arthayasa Stable, Depok, Jawa Barat, dan terbagi menjadi tiga seri. Seri I telah berlangsung pada Jumat (7/11/2025), di mana Nusrtdinov Zayan Fatih tampil sebagai yang terbaik dalam dua sesi, mengungguli Gadis Kireina Iskandar dan Teuku Rifat Harsya. Meskipun Dinov dan Gadis sama-sama mencatatkan penalti 20, Dinov menempati peringkat satu berkat catatan waktu yang lebih cepat (53,53 detik berbanding 55,51 detik).

Baca Juga :  Indonesia Kirim 89 Atlet ke Asian Youth Para Games Dubai, Tenis Meja Bidik Emas

Sementara itu, pada Seri II yang digelar pada Minggu (9/11/2025), Gadis Kireina Iskandar berhasil unggul atas rekan-rekannya, termasuk Dinov, Rifat, dan Nathanael Gabriel Stevano Menayang. Gadis hanya mencatatkan total penalti empat, sementara Dinov delapan dalam dua ronde. Hasil ini pun membuka peluang Gadis untuk lolos ke putaran final FEI Jumping World Challenge 2025.

Kendati demikian, hasil akhir masih akan ditentukan oleh persaingan di Seri III dan perbandingan dengan hasil kualifikasi di negara-negara Asia lain seperti India, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

FEI, atau Federasi Equestrian International, menggagas FEI Jumping World Challenge 2025 sebagai upaya untuk mengembangkan olahraga berkuda di negara-negara berkembang. Babak kualifikasi diadakan di sepuluh zona berbeda. Indonesia tergabung di zona 9 bersama Singapura, Thailand, India, dan Malaysia. Hanya dua peserta terbaik dari tiap zona yang akan lolos ke putaran final tahun depan.

Baca Juga :  Liverpool Terjatuh di Community Shield, Penalti Jadi Titik Balik Kekalahan dari Palace

Seri III dijadwalkan akan berlangsung pada pekan depan, yang sekaligus menjadi seleksi akhir menuju Olimpiade Remaja 2026.

Selain kelas utama 130 cm, Seri I dan II di Arthayasa juga mempertandingkan beberapa kelas lain seperti 50-60 cm, 70 cm, 80-90 cm, 110-110 cm, dan 120 cm, diikuti oleh puluhan atlet dari berbagai klub.

Rafiq Radinal, Ketua Komisi Equestrian PP Pordasi, berharap para atlet muda dapat berprestasi maksimal:

“Mudah-mudahan mereka lolos masuk ke Youth Olympic Games. Kalau mereka disana (seri III) masuk lolos dengan paling banyak 2 kesalahan dari dua putaran maka mereka lolos. Mudah-mudahan Insya Allah lolos. Siapa yang lolos ini berebut antara mereka berempat. Yang lolos satu atau dua tergantung FEI,” kata Rafiq.

Baca Juga :  Alcaraz dan Sinner, Dua Bintang Muda yang Berebut Tahta Wimbledon

Sementara itu, Gadis, yang unggul sementara setelah dua seri, menyatakan kesiapannya untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan percaya diri untuk lolos ke Kualifikasi Olimpiade Remaja tahun depan.

“Saya akan berusaha sebaik mungkin. Saya sangat senang bahwa Indonesia memiliki kesempatan ini. Saya sangat berharap untuk menjadi pemenang. Setelah melihat Asian Youth Games, saya pikir saya memiliki kesempatan,” tutur Gadis.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com