NARASITODAY.COM – Sebuah kehormatan besar sekaligus tantangan membanggakan tengah diemban Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tanah Air dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam ke-53 atau yang secara resmi bernama 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025.
Rencananya, ajang prestisius yang mengusung tema “Move to Inspire” ini akan digelar pada 19-25 Oktober mendatang, menandai tonggak penting bagi perkembangan olahraga gimnastik di Asia Tenggara.
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, dengan nada optimis menyampaikan bahwa persiapan menuju perhelatan akbar ini berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan. Setelah menerima kunjungan dan evaluasi langsung dari Federasi Gimnastik Internasional (FIG) pada 4 April 2025, FGI dan FIG melanjutkan serangkaian rapat intensif selama dua hari. Hasilnya cukup menggembirakan.
“Jadi setelah kunjungan dari Federasi Gimnastik Internasional (pada 4 April 2025), kami melanjutkan rapat selama dua hari dengan mereka. Dan persiapannya untuk World Championship kurang lebih hampir 60 persen, ya, kemudian FIG sudah me-review apa yang sudah kami lakukan,” kata Ita saat ditemui di kawasan Pondok Indah Mall, Kamis (10/4/2025), memberikan gambaran progres persiapan yang signifikan.
Lebih lanjut, Ita mengungkapkan bahwa FIG memberikan respons positif terhadap persiapan yang telah dilakukan Indonesia. Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah membuka pendaftaran bagi negara-negara peserta.
“Prinsipnya mereka cukup puas sampai saat ini dan targetnya pada April ini kami akan me-launching proses pendaftaran. Arahannya, akan dibuka sampai akhir bulan Mei, sehingga pertengahan Juni kami sudah bisa mendata negara-negara mana yang akan hadir,” tuturnya, menjelaskan timeline krusial dalam menjaring partisipasi global.
Antusiasme untuk menyaksikan para pesenam terbaik dunia berlaga di Jakarta pun kian membuncah. Ita memperkirakan partisipasi yang cukup besar dalam kejuaraan ini.
“Diharapkan ada 70 negara dan saat ini kurang lebih atletnya 10 orang dari setiap negara, jadi (sekitar) 700 orang. Kemarin kami hitung kurang lebih akan ada sekitar 1.500 delegasi,” lanjutnya, memprediksi kehadiran ribuan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai penjuru dunia.
Sebagai technical delegate WAG president FIG, Ita tidak hanya fokus pada aspek penyelenggaraan. Secara paralel, FGI juga tengah mempersiapkan tim nasional yang akan berlaga di hadapan publik sendiri.
Dua program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) disiapkan: Pelatnas jangka panjang untuk Olimpiade Los Angeles, dan Pelatnas khusus untuk Asian Games, SEA Games, serta tentunya, Kejuaraan Dunia di Jakarta.
“Untuk Pelatnas kami sudah mendapatkan review dari Kemenpora dan sudah ditetapkan atlet-atletnya siapa saja yang akan melaksanakan Pelatnas jangka panjang. Tapi kalau untuk World Championship, kami akan berusaha untuk membuat satu tim yaitu empat putri dan enam putra,” ungkap Ita, memberikan sedikit bocoran mengenai komposisi tim Merah Putih yang akan berjuang di hadapan pendukung sendiri.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik bukan hanya sekadar ajang olahraga. Ini adalah pengakuan atas potensi dan keseriusan Indonesia dalam mengembangkan cabang olahraga ini.
Lebih istimewa lagi, Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di Asia Tenggara dan negara keempat di Asia yang dipercaya untuk menyelenggarakan kejuaraan bergengsi ini.
Mimpi Indonesia untuk menjadi bagian penting dalam peta gimnastik dunia perlahan namun pasti mulai terwujud, dan Jakarta siap menjadi saksi lahirnya inspirasi dari gerakan-gerakan indah para atlet terbaik dunia.***














