NARASITODAY.COM, LISBON – Badai Claudia telah meninggalkan jejak kehancuran di Eropa, menewaskan sedikitnya tiga orang di Portugal dan memicu evakuasi besar-besaran akibat banjir di Inggris dan Wales.
Pihak berwenang di Portugal pada hari Sabtu (15/11) mengonfirmasi korban jiwa dan puluhan orang terluka akibat cuaca ekstrem yang melanda negara itu dan sebagian Spanyol selama berhari-hari.
Portugal menjadi lokasi insiden paling tragis, dengan dua kematian awal yang menyentuh hati. Petugas penyelamat menemukan jenazah pasangan lansia di dalam rumah mereka yang terendam banjir di Fernao Ferro, di seberang Sungai Tagus dari Lisbon, pada hari Kamis.
“Mereka tampaknya sedang tidur dan tidak dapat melarikan diri karena air naik pada malam hari,” kata laporan, menyoroti kecepatan dan keganasan air bah.
Korban jiwa ketiga terjadi pada hari Sabtu (15/11) ketika sebuah tornado yang merupakan bagian dari sistem Badai Claudia menghantam Albufeira di Portugal selatan.
Komandan perlindungan sipil regional, Vitor Vaz Pinto, membenarkan bahwa seorang wanita Inggris berusia 85 tahun tewas di area perkemahan. Rekaman yang diunggah daring menunjukkan tornado tersebut merusak dan menghancurkan karavan di lokasi tersebut.
Dampak tornado juga meluas ke hotel terdekat, melukai dua puluh delapan orang, di mana dua di antaranya dirawat di rumah sakit dengan luka serius, tambah Vaz Pinto.
Menanggapi bencana ini, Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa segera mengeluarkan pernyataan.
“Solidaritasnya kepada keluarga korban yang meninggal di Albufeira dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi mereka yang terluka,” ucap Presiden dalam pernyataan pada hari Sabtu, memberikan penghiburan kepada para korban.
Layanan cuaca Portugal, IPMA, telah menetapkan seluruh Algarve dan distrik Beja serta Setubal dalam status siaga kuning, tingkat siaga tertinggi kedua, karena kondisi yang masih berbahaya.
Banjir Parah Melanda Inggris dan Wales
Sementara Portugal berduka, Inggris dan Wales berada dalam mode darurat. Badai Claudia membawa curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir parah, khususnya di kota Monmouth dan daerah sekitarnya di Wales tenggara.
Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Wales Selatan telah berupaya keras sepanjang hari Sabtu, melakukan penyelamatan, evakuasi, dan pemeriksaan kesejahteraan. Seorang juru bicara pemerintah Wales menekankan dampak luas dari bencana ini.
“Badai Claudia telah menyebabkan banjir besar di beberapa wilayah Wales semalam, yang terus memengaruhi rumah, bisnis, transportasi, dan infrastruktur energi,” kata juru bicara pemerintah Wales.
Rekaman udara menunjukkan betapa meluasnya banjir di Monmouth, dengan air menggenangi pusat kota setelah sungai di dekatnya meluap semalam.
Natural Resources Wales mengeluarkan 11 peringatan banjir, empat di antaranya parah, serta 17 peringatan banjir. Di Inggris, Badan Lingkungan Hidup mencatat adanya 49 peringatan banjir aktif dan 134 peringatan banjir pada informasi terbaru, menunjukkan skala tantangan yang dihadapi petugas penyelamat di seluruh Inggris.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














