Warga Timur Laut India Berjuang Hadapi Banjir Besar dan Ancaman Bencana Susulan

0
Warga Timur Laut India Berjuang Hadapi Banjir Besar dan Ancaman Bencana Susulan

NARASITODAY.COM – Wilayah timur laut India dilanda bencana banjir besar yang disertai tanah longsor selama empat hari terakhir, menyebabkan sedikitnya 34 orang meninggal dunia. Bencana ini turut berdampak pada negara tetangga, Bangladesh, yang juga mengalami longsor dan banjir di wilayah perbukitannya.

Kota Silchar di negara bagian Assam menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Rumah dan jalanan di kota tersebut terendam banjir, seperti ditampilkan dalam tayangan kantor berita ANI. Sejumlah pohon tumbang turut memperparah situasi di lapangan.

Lebih dari 1.000 wisatawan dilaporkan terjebak di Sikkim, negara bagian di wilayah pegunungan Himalaya. Sementara itu, militer India telah dikerahkan ke negara bagian Meghalaya untuk menyelamatkan lebih dari 500 warga yang terisolasi akibat banjir.

Baca Juga :  Debat Perdana Pilwakot Bandung, Paslon Haru - Dhani Pastikan Pembangunan Kota Bandung Ramah Difabel

Pemerintah India memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih diperkirakan akan mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

“Kami menghadapi banyak tantangan. Saya punya anak, tempat tidurnya terendam air,” ujar Sonu Devi, seorang warga, kepada Reuters, Selasa (3/6/2025).
“Apa yang akan kami lakukan dalam situasi seperti ini? Kami harus tetap terjaga sepanjang malam,” lanjutnya dengan nada sedih.

Baca Juga :  Rudy Susmanto-Jaro Ade Jelaskan Visi Misi Digitalisasi Desa untuk Membangun Kabupaten Bogor di Debat Perdana

Di Bangladesh, bencana serupa juga terjadi. Sedikitnya empat anggota satu keluarga tewas akibat tanah longsor di distrik Sylhet, wilayah timur laut negara tersebut. Sementara itu, ratusan tempat pengungsian telah dibuka di daerah perbukitan seperti Rangamati, Bandarban, dan Khagrachhari sejak Minggu lalu.

Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan dini mengenai kemungkinan terjadinya longsor dan banjir bandang susulan. Penduduk yang tinggal di wilayah rawan diminta untuk segera mengungsi atau bersiap menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga :  100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Bogor, Harapan Besar dari Pengamat Politik

Wilayah timur laut India dan Bangladesh dikenal sebagai daerah yang rawan terhadap hujan muson lebat yang kerap memicu bencana. Setiap tahun, jutaan warga terdampak oleh banjir dan tanah longsor di kawasan ini.

Para ahli menyebut perubahan iklim sebagai faktor utama yang memperburuk frekuensi dan dampak bencana alam tersebut. Diperkirakan, jika tren ini terus berlanjut, kerugian global akibat dampak perubahan iklim bisa mencapai US$38 triliun atau sekitar Rp618 ribu triliun (dengan asumsi kurs Rp16.200) per tahun pada 2050.***