Bangkok Pastikan Diskusi Perdagangan dengan AS Tak Terkait Ketegangan Perbatasan Kamboja

0
Kamboja
Ilustrasi bendera thailand. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BANGKOKThailand pada hari Sabtu (15/11/2025) mengumumkan akan melanjutkan negosiasi perjanjian dagang timbal balik dengan Amerika Serikat, meyakinkan bahwa pembicaraan penting tersebut akan tetap terpisah dari ketegangan sengketa perbatasannya yang memanas dengan Kamboja.

Keputusan ini menyusul adanya laporan bahwa Washington sebelumnya menangguhkan perundingan perdagangan, mensyaratkan Thailand menegaskan kembali komitmennya terhadap gencatan senjata yang ditengahi AS dengan Kamboja.

Penghentian sementara perundingan itu terjadi tepat sebelum panggilan telepon antara Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Presiden AS Donald Trump pada Jumat malam.

Juru bicara pemerintah, Siripong Angkasakulkiat, dalam sebuah pernyataan pers menjelaskan perkembangan terbaru setelah intervensi tingkat kepala negara.

Baca Juga :  Bom Guncang Selatan Thailand, 11 SPBU Hangus dalam Serangan Terkoordinasi

“Negosiasi tarif akan berlanjut dan tetap terpisah dari masalah perbatasan,” tegas Siripong.

Ia menambahkan bahwa Presiden Trump telah memberi tahu PM Anutin bahwa Amerika Serikat tidak ingin ikut campur dalam masalah Thailand-Kamboja berdasarkan mekanisme bilateral yang ada. Pernyataan ini secara efektif meredakan kekhawatiran Bangkok bahwa isu perbatasan akan menjadi sandungan dalam hubungan dagang yang vital.

Garis Waktu Perkembangan Diplomatik

Hubungan dagang sempat tegang setelah surat dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) diterima oleh Thailand.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Nikorndej Balankura, sebelumnya mengutip surat tersebut kepada wartawan, menyatakan bahwa negosiasi dapat dilanjutkan hanya setelah Thailand menegaskan kembali komitmennya terhadap deklarasi gencatan senjata bersama dengan Kamboja.

Baca Juga :  Putri Kusuma Wardani Bawa Indonesia ke Kemenangan Kedua atas Hong Kong di Kejuaraan Beregu Asia 2025

Penangguhan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan. Pekan ini, Thailand menangguhkan gencatan senjata dan menuntut permintaan maaf atas tuduhan bahwa Kamboja telah memasang ranjau darat baru yang melukai tentara Thailand tuduhan yang dibantah keras oleh Phnom Penh.

Janji Tarif dan Ranjau Darat

Presiden Trump berbicara secara terpisah dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja pada hari Jumat, menyatakan ia yakin kedua belah pihak “akan baik-baik saja.”

Meski demikian, dalam unggahan di media sosialnya, PM Anutin memberikan detail feature tambahan mengenai diskusi tersebut.

Baca Juga :  Presiden Kuba Tolak Desakan Trump, Tegaskan Greenland Tidak Dijual

Dalam sebuah unggahan Facebook, Anutin mengatakan ia telah meminta Trump untuk menurunkan tarif sebesar 19 persen untuk barang-barang Thailand sebuah tarif yang dipertahankan AS sesuai kerangka kerja perdagangan timbal balik yang diumumkan bulan lalu.

Trump menjawab bahwa tarif tersebut sudah rendah, tetapi memberikan janji yang bersyarat, ia akan mempertimbangkan permintaan tersebut jika pembersihan ranjau darat di sepanjang perbatasan diselesaikan dengan cepat. Hal ini menunjukkan isu perbatasan, meskipun tidak menjadi syarat formal dalam negosiasi dagang, tetap menjadi perhatian utama AS.

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber