Harga Ayam dan Telur Naik, Porsi Lauk di Warteg Mulai Mengecil

0
foto : detikfinance / detikcom

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kenaikan harga bahan pokok kembali dirasakan pedagang warung tegal (warteg). Dua bahan utama yang paling terdampak adalah daging ayam dan telur. Meski harga keduanya terus merangkak naik, pedagang mengaku tidak bisa serta-merta menaikkan harga menu, sehingga mereka terpaksa mengecilkan ukuran lauk.

Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan pedagang kini memilih telur berukuran lebih kecil agar jumlah per kilogram tetap banyak. Langkah ini dilakukan agar harga menu bisa tetap stabil di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih.

Baca Juga :  Bagnaia Dominasi Sprint Race MotoGP Emilia Romagna 2024, Jorge Martin tertinggal

“Sangat berpengaruh. Harga bahan pokok naik, tapi daya beli belum baik. Jadi pedagang memilih telur yang ukurannya kecil supaya hitungan kilonya tetap banyak,” kata Mukroni kepada detikcom, Selasa (18/11/2025).

Untuk menu ayam, ukuran potongan juga ikut diperkecil. Biasanya satu ekor ayam dipotong menjadi 10 bagian, kini bisa menjadi 12 agar harga per potong tetap sama meski ukurannya mengecil.

“Potongan ayam yang tadinya satu ekor dipotong 10, sekarang jadi 12. Harganya tetap, tapi ukurannya memang lebih kecil,” jelasnya.

Baca Juga :  KKN-Tematik UMBara Dorong Warga Pasir Madang Kembangkan Hasil Tani Jadi Usaha Berkelanjutan

Saat ini, harga menu ayam di warteg umumnya dijual sekitar Rp 7.000 per potong, telur Rp 5.000, dan sayur sekitar Rp 3.000-an.

Mukroni menduga lonjakan permintaan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memicu kenaikan harga ayam dan telur, mengingat kedua bahan ini merupakan sumber protein murah yang banyak digunakan.

Ia pun berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan pasokan serta harga bahan pokok tersebut. “Pemerintah perlu memantau dan meningkatkan suplai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor "Memerah-Putihkan" Bumi Tegar Beriman Sambut HUT RI ke-80

Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia per 17 November 2025, harga daging ayam nasional naik dari Rp 37.600/kg menjadi Rp 38.650/kg. Di beberapa daerah, harga bahkan sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 40.000/kg.

Di Bogor, misalnya, harga ayam rata-rata berada di Rp 39.000/kg, dengan Pasar Anyar mencatat harga tertinggi hingga Rp 42.000/kg. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikfinance