NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dunia live streaming di TikTok kembali menjadi sorotan setelah tiga kreator muda asal Asia Tenggara berhasil membuktikan bahwa siaran langsung bukan hanya soal hiburan, tetapi juga ruang belajar, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan komunitas.
Mereka adalah Jhonatan dari Indonesia, Leni dari Belitung Timur, dan Firdaus atau Sir Pedot dari Malaysia—tiga kreator yang terpilih sebagai pemenang program ASEAN Live Creators for Change 2025, sebuah inisiatif yang digagas ASEAN Foundation bersama TikTok Live.
Ketiganya menampilkan pendekatan berbeda dalam setiap karya mereka, namun satu hal yang sama: live streaming mampu memberi dampak nyata bagi banyak orang.
Budaya Dayak Makin Dekat Lewat Live Streaming Jhonatan
Jhonatan, kreator asal Borneo, mengangkat budaya Dayak melalui konten live yang penuh warna. Salah satu siarannya—Live Gawai Dayak—ditonton lebih dari 16.000 orang dan menampilkan parade, tarian, serta tradisi lokal.
Ia ingin penonton bukan sekadar melihat budaya Dayak sebagai simbol, tetapi merasakan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Baginya, storytelling digital bisa menyambungkan generasi muda dengan akar budaya mereka.
Leni Angkat Bahasa Daerah agar Tak Hilang Ditelan Waktu
Leni memulai perjalanannya dari kekhawatiran atas banyaknya bahasa daerah yang terancam punah. Melalui TikTok Live, ia mengajarkan ungkapan sederhana dan konteks budaya, membuat bahasa daerah terasa dekat dan mudah dipelajari.
Ia sering menggunakan fitur Multi-Guest untuk membuka percakapan santai dengan penonton dari berbagai daerah. Kreativitasnya membuat bahasa lokal kembali punya ruang di tengah tren digital.
Sir Pedot Bantu Pelajar Lewat Live Mentoring
Sebagai dosen di Malaysia, Sir Pedot melihat banyak pelajar membutuhkan panduan yang tidak ditemukan di sekolah. Dari beasiswa hingga literasi digital, ia membahasnya lewat TikTok Live dengan gaya mentor yang ramah dan mudah dipahami.
Sebutan #YourTikTokLecturer muncul dari para pelajar yang merasa terbantu. Baginya, pesan sederhana dari murid adalah bukti bahwa konten edukatif bisa memberi dampak besar.
Kolaborasi untuk Kreativitas yang Bertanggung Jawab
Program ASEAN Live Creators for Change bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan membuat konten berdampak. TikTok dan ASEAN Foundation berharap kreativitas ini dapat memperkuat pembelajaran, budaya, serta inklusivitas di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Kebijakan Publik TikTok Asia Tenggara, Chanida Klyphun, mengatakan bahwa kreativitas dalam live streaming mampu membuka jendela baru menuju keberagaman budaya.
Tiga kreator ini menunjukkan bahwa TikTok Live bukan hanya arena menghibur, tetapi ruang yang bisa mengubah hidup—baik bagi mereka yang membuat konten, maupun bagi ribuan orang yang menontonnya. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikinet














