NARASITODAY.COM, JAKARTA – Persaingan teknologi AI semakin sengit, dan OpenAI dikabarkan mulai merasakan tekanan besar. Perusahaan di balik ChatGPT itu disebut tengah menyalakan “alarm peringatan” karena mulai tersusul oleh para rival seperti Google dan Anthropic.
CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan mengirim memo internal yang meminta seluruh karyawan untuk memprioritaskan peningkatan ChatGPT dan menunda berbagai proyek lain.
Dalam memo yang diperoleh Wall Street Journal dan The Information, Altman menyatakan OpenAI akan menghentikan sementara sejumlah inisiatif seperti layanan iklan, agen belanja dan kesehatan, serta asisten pribadi Pulse, demi fokus pada peningkatan ChatGPT.
Peningkatan tersebut mencakup performa yang lebih cepat dan stabil, personalisasi yang ditingkatkan, serta kemampuan menjawab pertanyaan yang lebih luas.
Memo itu juga menyebutkan bahwa tim yang bertanggung jawab mengembangkan ChatGPT kini akan mengikuti rapat harian. Altman bahkan mendorong perpindahan sementara anggota tim lain untuk mempercepat proses pengembangan.
Arah baru ini dianggap membalikkan situasi persaingan AI dengan Google. Pada 2022, Google pernah menyatakan “alarm peringatan” saat ChatGPT pertama kali muncul, membuat CEO Sundar Pichai mengatur ulang struktur internal untuk merespons ancaman tersebut dengan pengembangan produk AI baru.
Saat ini Google telah meluncurkan Gemini 3, model AI terbaru yang mencatatkan keunggulan di berbagai tolok ukur industri. Popularitas fitur image generator Nano Banana juga membuat jumlah pengguna Google Gemini meningkat pesat.
Menurut laporan Business Insider, pengguna Google Gemini naik dari 450 juta pada Juli menjadi 650 juta pada Oktober. Sementara itu ChatGPT masih memimpin dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan, berdasarkan data OpenAI. (MG2)
Editor : Nathania
Sumber : detikinet














