NARASITODAY.COM, JAKARTA – Konflik antara Tasya Farasya dan mantan suaminya, Ahmad Assegaf, kembali menjadi sorotan setelah muncul perbedaan signifikan dalam penghitungan dugaan penggelapan dana perusahaan. Meski proses perceraian keduanya telah inkrah, persoalan finansial yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 35 miliar ini belum menemukan titik temu.
Kuasa hukum Tasya Farasya, Sangun Ragahdo, menyampaikan bahwa pihaknya kecewa atas kalkulasi yang disampaikan oleh Ahmad Assegaf. Menurutnya, nilai yang diajukan Ahmad sangat jauh dari angka kerugian yang telah diaudit oleh tim Tasya.
“Kami menunggu itikad baik dari pihak Bapak Ahmad. Namun hitungan yang disampaikan terakhir itu sangat jauh dari bukti yang kami miliki,” ujar Sangun saat ditemui di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Ia juga menjelaskan bahwa klaim yang diajukan Ahmad bahkan dinilai tidak mencapai 10 persen dari nilai kerugian yang telah diakumulasi oleh pihak Tasya. Hal ini membuat proses penyelesaian menjadi semakin kompleks dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai keseriusan pihak Ahmad dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Meski demikian, pihak Tasya Farasya masih mencoba mengedepankan pendekatan kekeluargaan. M. Fattah Riphat, anggota tim kuasa hukum lainnya, menegaskan bahwa Tasya berusaha menahan diri dari langkah hukum yang lebih keras demi menjaga nama baik mantan suaminya di hadapan keluarga dan terutama anak-anak.
“Tasya berupaya menjaga agar masalah ini tetap diselesaikan secara baik-baik,” tuturnya.
Namun, apabila tidak ada perkembangan positif atau itikad baik dari Ahmad Assegaf, pihak Tasya membuka kemungkinan untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut.
“Kalau situasinya terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan kami melakukan upaya hukum lanjutan,” tambah Sangun.
Meski masih menyisakan banyak pertanyaan, kedua belah pihak disebut masih membuka ruang komunikasi. Pihak Tasya berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai tanpa perlu saling menyerang. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhot














