Hoaks Soal Kebijakan MBG Picu Keresahan, Kemenkeu Langsung Beri Klarifikasi

0
MBG
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia secara resmi membantah dan mengklarifikasi informasi yang beredar luas di media sosial yang menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan uang tunai. Kemenkeu menegaskan bahwa narasi tersebut adalah hoaks atau informasi yang tidak benar.

Klarifikasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menyusul viralnya unggahan di platform TikTok yang memuat klaim menyesatkan tersebut.

Baca Juga :  Dapatkan 5 Manfaat dari Buah Akar Dewa yang Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Alami

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang baru, dan setiap perubahan atau usulan kebijakan terkait program tersebut selalu menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, rumor yang beredar cepat di media sosial memicu keresahan, yang langsung ditanggapi cepat oleh Kemenkeu.

“Beredar unggahan pada platform media sosial TikTok mengenai Menteri Keuangan yang mengusulkan MBG diganti dengan uang. Dengan ini kami menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks,” tegas Deni dalam keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).

Baca Juga :  Hambalang Jadi Pusat Kendali, Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri demi Program Strategis

Penegasan ini bertujuan memulihkan informasi yang benar dan melindungi integritas kebijakan fiskal negara.

Dalam keterangan yang sama, Deni Surjantoro juga menyampaikan imbauan serius kepada masyarakat luas. Kemenkeu menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang mengatasnamakan pejabat negara.

Baca Juga :  5 Spesies Hewan dengan Usia Terpanjang di Dunia, Ada yang Abadi!

Fenomena disinformasi yang menggunakan nama pejabat publik menjadi tantangan serius, dan Kemenkeu meminta masyarakat untuk lebih bijak.

“Harap berhati-hati terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan. Marilah kita bijak bermedia sosial,” lanjutnya, menutup klarifikasi tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti betapa cepatnya informasi palsu dapat menyebar di platform digital, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan respons cepat dari lembaga pemerintah.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com