NARASIITODAY.COM, KYIV – Keselamatan nuklir di kawasan Chernobyl kembali memicu peringatan serius setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa struktur pelindung raksasa (New Safe Confinement/NSC) yang menutupi reruntuhan Reaktor 4 telah kehilangan fungsi utamanya. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa ancaman radiasi dari lokasi bencana nuklir terburuk di dunia itu tidak lagi sepenuhnya terhalang.
Menurut laporan IAEA, kerusakan signifikan pada NSC struktur yang tingginya melebihi Patung Liberty disebabkan oleh serangan drone yang terjadi pada Februari lalu. Meskipun Ukraina menuduh Rusia sebagai pelaku serangan dan Moskow membantahnya, Kepala IAEA Rafael Grossi menegaskan bahwa dampaknya jauh lebih parah dari yang diperkirakan.
Laporan IAEA menyebut bahwa serangan tersebut memicu “kebakaran besar” di lapisan luar pelindung, yang dibangun untuk menggantikan sarkofagus era Soviet. Kerusakan ini kini mengancam keamanan jangka panjang di situs bersejarah tersebut.
“Sarang pelindung itu telah kehilangan fungsi keselamatannya, termasuk kemampuan menahan radiasi,” kata IAEA dalam pernyataannya, dikutip dari Newsweek, Senin (8/12/2025).
Badan tersebut menambahkan bahwa meskipun sistem pemantauan lainnya masih berfungsi, kemampuan confinement (penahanan), fungsi paling krusial dari struktur tersebut, tidak lagi utuh.
Kepala IAEA, Rafael Grossi, menyerukan tindakan segera, meskipun ia mengakui adanya upaya perbaikan sementara. “Perbaikan sementara dalam skala terbatas memang sudah dikerjakan di bagian atap, tetapi restorasi besar yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjamin keselamatan nuklir jangka panjang,” tegasnya.
Kekhawatiran terhadap Chernobyl ini muncul di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi di Ukraina menjelang musim dingin. Kementerian Energi Ukraina melaporkan serangan terbaru menyasar fasilitas di wilayah Poltava dan Chernihiv pada Minggu malam, memaksa pembangkit nuklir di Ukraina untuk menurunkan kapasitas produksi listrik.
IAEA juga mencatat bahwa Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia, yang berada di bawah kendali Rusia, “kembali kehilangan seluruh pasokan listrik eksternal selama beberapa jam,” menjadikannya yang ke-11 kalinya sejak perang dimulai.
Menanggapi krisis yang terus-menerus ini, IAEA menyatakan tim ahlinya akan melakukan perjalanan ke lebih dari 10 gardu listrik di seluruh Ukraina pada awal hingga pertengahan Desember. Gardu-gardu ini vital untuk menjaga keselamatan operasional pembangkit nuklir dan memastikan pasokan energi bagi negara tersebut.
Rafael Grossi menjamin komitmen IAEA untuk beroperasi di lapangan guna menanggulangi ancaman tersebut:
“Kami memiliki tim permanen di lokasi dan akan terus melakukan segala upaya untuk mendukung pemulihan penuh keselamatan dan keamanan nuklir di Chernobyl,” ujarnya.
Meskipun demikian, IAEA menyebut pekerjaan perbaikan besar dan restorasi menyeluruh fasilitas tersebut baru dapat dicapai setelah perang di Ukraina berakhir.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













