NARASITODAY.COM, DEPOK – Selama ini, pemandangan lorong-lorong sekolah saat hari pembagian rapor di Kota Depok lebih didominasi oleh kehadiran para ibu. Namun, pemandangan itu dipastikan akan berubah mulai Desember ini. Wali Kota Depok, Supian Suri, secara resmi meluncurkan gerakan “Ayah Teladan Indonesia” (GATI) untuk menarik peran ayah lebih dalam ke ranah pendidikan anak.
Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.3/871/Disdik/2025 yang ditetapkan pada 15 Desember 2025, Pemerintah Kota Depok ingin menegaskan bahwa kehadiran sosok ayah di sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting bagi karakter anak.
Inti dari kebijakan ini adalah imbauan bagi para ayah yang memiliki anak usia sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMA untuk datang langsung ke sekolah guna mengambil laporan hasil belajar anak. Langkah ini diharapkan menjadi momen berharga bagi ayah untuk memahami perkembangan tumbuh kembang buah hatinya secara langsung.
“Kepada seluruh komponen masyarakat, Aparatur Pemerintah, Karyawan Swasta di wilayah Kota Depok yang memiliki anak usia sekolah diimbau ayah untuk mengambil rapor anak ke sekolah pada waktu penerimaan rapor akhir semester,” demikian bunyi penggalan instruksi dalam SE tersebut, sebagaimana dilihat pada Rabu (17/12/2025).
Menyadari bahwa banyak ayah di Depok yang terikat jadwal pekerjaan yang ketat, Supian Suri secara khusus meminta pengertian dari para pimpinan instansi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Gerakan ini diharapkan tidak terhambat oleh urusan administratif kantor.
“Diharapkan kepada pimpinan instansi pemerintah/swasta memberikan dispensasi sesuai ketentuan masing-masing instansi pemerintah/swasta kepada ayah yang melakukan gerakan Ayah mengambil rapor ke sekolah,” tulis keterangan dalam SE tersebut.
Untuk memperluas dampak positifnya, Pemkot Depok juga mengajak para ayah untuk mengabadikan momen kebersamaan di sekolah melalui media sosial. Penggunaan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah disiapkan sebagai simbol kebanggaan baru bagi para kepala keluarga di Depok bahwa terlibat dalam pendidikan anak adalah tindakan yang keren dan teladan.
Melalui gerakan ini, rapor bukan lagi sekadar tumpukan angka yang dilihat di rumah, melainkan pintu pembuka komunikasi yang lebih hangat antara ayah, guru, dan anak di lingkungan sekolah.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













